⌂ Beranda News Pidato Prabowo di Hari Lahir Pancasila: Autokritik Tajam untuk Pembangunan

Pidato Prabowo di Hari Lahir Pancasila: Autokritik Tajam untuk Pembangunan

Pidato Prabowo di Hari Lahir Pancasila: Autokritik Tajam untuk Pembangunan
Presiden Prabowo Subianto saat pidato Hari Lahir Pancasila
A A Ukuran Teks16px

Konektivitas dan Tata Ruang yang Integratif

Pembangunan infrastruktur masif akan sia-sia tanpa interkoneksi yang matang. Sejarah mencatat banyak infrastruktur masa lalu sepi karena konektivitas yang buruk.

Kemenhub berperan sebagai penyuntik nyawa konektivitas multimoda. Kemenhub memastikan moda transportasi siap bergerak saling terhubung dari sentra pertumbuhan ke seluruh Indonesia.

Menko AHY mendorong peran perkeretaapian. Berdasarkan riset global, kereta adalah moda logistik massal paling murah dan efisien.

>>> Warna Keju Tidak Menentukan Kualitas Nutrisinya

Laporan Bank Dunia (2025) mencatat bahwa pembangunan jalur kereta di India meningkatkan kapasitas kereta barang empat kali lipat dan mengurangi biaya logistik hingga $58 juta.

Di Uzbekistan, biaya angkutan barang turun hingga 80 persen.

Association of American Railroads (2025) menyatakan bahwa kereta dapat memindahkan satu ton barang sejauh hampir 500 mil hanya dengan satu galon bahan bakar.

Harapan besar diletakkan agar pembangunan jaringan rel tidak lagi Jawa-sentris, melainkan merambah ke Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi. Bandara juga diubah cara pandangnya menjadi wajah depan Indonesia.

Kementerian ATR/BPN menjadi penjamin kepastian hukum tanah dan tata ruang yang matang. Hal ini penting agar pembangunan berjalan cepat tanpa konflik agraria.

Tantangan terbesar Kemenko Infrastruktur adalah memastikan proyek skala raksasa berdampak ke akar rumput. Perpres Nomor 29 Tahun 2026 menunjuk Menko AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Penunjukan ini menegaskan bahwa megaproyek seperti KCJB tidak boleh dilihat sebagai proyek transportasi terisolasi. Stasiun KCJB harus menjadi kutub pertumbuhan yang memancarkan dampak ke wilayah sekitarnya.

Di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur, komite ini mengawinkan mobilitas tinggi dengan penataan tata ruang koridor wilayah dan aksesibilitas jalan penunjang.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep Next-Gen TOD yang dikembangkan Zhang (2025).

Stasiun kereta cepat harus mampu menghidupkan UMKM, menyerap tenaga kerja lokal, dan terintegrasi dengan transportasi publik. Kemajuan teknologi tinggi tidak boleh melahirkan polarisasi sosial.

Menko AHY menegaskan bahwa esensi seluruh program pembangunan adalah memberikan manfaat terbaik dan sebesar-besarnya untuk masyarakat.

>>> Sweeker dan Senso: Mainan Klasik Bertenaga AI dari China

Keadilan sosial harus mengalir di setiap aspal jalan, aliran irigasi, ruang kelas Sekolah Rakyat, hingga sertifikat tanah di desa terpencil.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru