PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 503 miliar sepanjang tahun 2025.
Angka ini meningkat 49,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 336 miliar.
>>> Choky Sitohang Viral di TikTok, Netizen Juluki Top Global Ngolah
Kenaikan laba terjadi di tengah penurunan pendapatan bersih perseroan sebesar 3 persen secara tahunan menjadi Rp 3,74 triliun.
Pendapatan terbesar berasal dari PT Bakrie Metal Industries Group senilai Rp 2,2 triliun.
Disusul PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Group sebesar Rp 1,08 triliun dan PT Bakrie Indo Infrastructure Group senilai Rp 464,21 miliar.
Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menyatakan rasa syukur atas pencapaian ini.
"Di tengah ketegangan geopolitik, volatilitas pasar energi, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan global, Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif," ujarnya.
Strategi adaptasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan usaha.
>>> Yamaha Indonesia Pamerkan MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair 2026
Fokus pada Infrastruktur dan Energi Hijau
Ke depan, BNBR akan fokus menggarap lini infrastruktur fisik dan digital. Perusahaan juga terus mengembangkan industri berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan energi hijau.
Melalui anak usaha PT Multi Kontrol Nusantara (MKN), perseroan meraup pendapatan Rp 358,9 miliar dari program konektivitas internet pemerintah.
MKN membangun jaringan serat optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer.
Wakil Direktur Utama & Co-CEO BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, menyebut MKN turut berkontribusi dalam implementasi Internet of Things (IoT) di Pulau Jawa dan Kalimantan.
Perusahaan juga mengembangkan aplikasi berbasis AI dan Machine Learning.
Di sektor kendaraan listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mencatatkan penjualan kumulatif 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift hingga akhir 2025.
Pada kuartal I 2026, entitas ini telah memasok 152 unit bus listrik untuk TransJakarta.
>>> Dokter Kulit Ungkap Penyebab Jerawat Remaja dan Cara Mengatasinya
VKTR menjadi satu-satunya pemasok bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.
Untuk energi terbarukan, BNBR mengandalkan PT Helio Synar Energi yang membangun PLTS Atap dan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
Helio juga mengembangkan bisnis EV charging di berbagai lokasi, seperti pool bus listrik, area parkir gedung, bandara di Jakarta, kampus di Yogyakarta, dan area pabrik di Sumatera.
Di bidang teknologi konstruksi, perseroan berinvestasi pada pencetakan tiga dimensi (3DCP) melalui PT Modula Tiga Dimensi.
Modula bekerja sama dengan mitra asal Denmark dan telah menyelesaikan konstruksi Gedung Auditorium PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Citeureup, Bogor.
Saat ini, Modula sedang menyelesaikan komplek Mes "Eco Village" di pabrik pipa baja di Lampung.
>>> Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sektor komponen otomotif melalui PT Bakrie Autoparts menyumbang pendapatan Rp 852,77 miliar sepanjang 2025. Penjualan didominasi pasokan komponen original equipment manufacturer (OEM) dan manufaktur pipa baja.
