⌂ Beranda News 10 Tanda Kerusakan Ginjal yang Sering Muncul Tanpa Disadari

10 Tanda Kerusakan Ginjal yang Sering Muncul Tanpa Disadari

10 Tanda Kerusakan Ginjal yang Sering Muncul Tanpa Disadari
Ilustrasi gejala kerusakan ginjal
A A Ukuran Teks16px

Kerusakan ginjal sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Banyak orang baru menyadari saat fungsi organ penyaring ini sudah menurun drastis.

Ginjal berperan penting dalam menyaring limbah dan cairan berlebih, menyeimbangkan mineral, serta mendukung pembentukan sel darah merah.

>>> Kenali Sinyal Tubuh Saat Seseorang Berbohong Menurut Peneliti

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

National Kidney Foundation menyebut jutaan pengidap penyakit ginjal kronis tidak menyadari kondisinya karena gejala awal dianggap masalah biasa.

Kelompok berisiko tinggi meliputi penderita hipertensi, diabetes, riwayat gagal ginjal keluarga, dan lansia di atas 60 tahun.

Penurunan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan racun dalam darah, mengakibatkan tubuh mudah lelah, lemas, dan sulit konsentrasi.

Anemia akibat gangguan ginjal juga menjadi faktor lain yang memicu rasa lelah.

>>> PT Weda Bay Nickel Terancam PHK 65% Karyawan Akibat Kuota Produksi Habis

Kualitas tidur terganggu karena racun tidak terbuang optimal. Sleep apnea lebih sering terjadi pada pasien penyakit ginjal kronis.

Kulit kering dan gatal menandakan ketidakseimbangan mineral. Ginjal sehat menjaga regulasi mineral dan nutrisi dalam darah.

Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama malam hari, akibat gangguan filter yang memengaruhi regulasi urine.

>>> Ariston Luncurkan Water Heater Andris 3 untuk Kamar Mandi Modern

Filter rusak dapat menyebabkan sel darah ikut keluar bersama urine. Urine berdarah juga bisa dipicu infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau tumor.

Urine sangat berbusa menandakan protein lolos dan terbuang. Kebocoran protein besar memicu penumpukan cairan dan bengkak di sekitar mata.

Penumpukan sodium akibat penurunan fungsi ekskresi menyebabkan bengkak di kaki dan pergelangan kaki. Gejala ini juga bisa terkait penyakit jantung atau hati.

Penumpukan racun menurunkan nafsu makan drastis. Ketidakseimbangan elektrolit seperti rendah kalsium memicu kram otot, terutama di kaki.

>>> Honda Luncurkan Civic e:HEV RS Baru di Jepang dengan Teknologi S+ Shift

Kondisi ini perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis. Dokter biasanya melakukan tes darah untuk mengukur eGFR dan tes urine untuk kadar albumin dan kreatinin.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru