Vitamin dan multivitamin sering dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh dan melengkapi nutrisi harian. Namun, konsumsi suplemen secara berlebihan atau tanpa aturan yang tepat justru berbahaya.
Asupan vitamin yang terlalu banyak dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai.
>>> Trump Kecam Musisi yang Mundur dari Konser Freedom 250
Gangguan Kesehatan Akibat Vitamin Berlebihan
Suplemen dosis tinggi dapat mengubah cara tubuh menyerap obat resep.
Bagi pasien penyakit jantung, vitamin K bisa mengurangi efektivitas obat pengencer darah, meningkatkan risiko pembekuan darah, serangan jantung, atau stroke.
Pada penderita kanker, vitamin C dan E dapat berinteraksi dengan pengobatan kanker tertentu. Konsumsi harus didiskusikan dengan dokter.
Toksisitas atau keracunan vitamin terjadi saat zat vitamin menumpuk akibat konsumsi dosis tinggi terlalu sering. Kelebihan vitamin A menyebabkan mudah tersinggung, kelelahan, mual, dan kerusakan hati.
>>> Microsoft Tunda Peluncuran Game Xbox Fable hingga Februari 2027
Kelebihan kalsium memicu mual, muntah, kebingungan, serta kelemahan otot. Penumpukan vitamin D mengakibatkan mual, muntah, sembelit, lemas, dan tekanan darah tinggi.
Dosis zat besi berlebih memicu sembelit, mual, sakit perut, dan tukak lambung. Kelebihan seng menyebabkan mual, muntah, diare, kram, tekanan darah rendah, serta ruam.
Gejala pencernaan seperti mual, muntah, diare, atau kram perut dapat timbul akibat dosis tinggi beberapa suplemen.
Jenis suplemen yang memicu gangguan perut meliputi asam folat, besi, magnesium, vitamin C, dan seng.
Konsumsi suplemen dosis sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan ginjal sebagai organ penyaring zat dalam tubuh. Risiko ini lebih tinggi pada individu dengan riwayat penyakit ginjal sebelumnya.
>>> Dokter Ingatkan Perbedaan Benjolan Leher: Gondok vs Gondongan
Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa konsumsi vitamin C berlebihan dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada sebagian orang.
Tips Mengonsumsi Vitamin yang Tepat
Konsumsi suplemen harian dapat berjalan aman melalui beberapa langkah pencegahan. Pertama, konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau apoteker dengan memberikan daftar lengkap obat dan suplemen yang dikonsumsi.
Prosedur ini penting terutama sebelum menjalani operasi atau tindakan medis tertentu. Selanjutnya, selalu ikuti anjuran dosis yang tertera dan hindari konsumsi melebihi batas regulasi.
Masyarakat perlu memantau efek samping secara mandiri. Hentikan penggunaan suplemen jika terjadi perubahan kesehatan yang tidak diinginkan.
>>> Pemerintah Wajibkan Eksportir Simpan Devisa Hasil Ekspor di Bank Himbara Mulai 1 Juni 2026
Bagi ibu hamil atau menyusui, perhatian ekstra diperlukan untuk tidak mengonsumsi suplemen di luar vitamin prenatal tanpa anjuran dokter.