⌂ Beranda News Kasus Dugaan Korupsi TaniHub: Mantan Dirut BRI Ventures Dituntut 11 Tahun Penjara

Kasus Dugaan Korupsi TaniHub: Mantan Dirut BRI Ventures Dituntut 11 Tahun Penjara

Kasus Dugaan Korupsi TaniHub: Mantan Dirut BRI Ventures Dituntut 11 Tahun Penjara
Ilustrasi kasus korupsi investasi startup TaniHub
A A Ukuran Teks16px

Batasan tersebut perlu didiskusikan dengan Kejaksaan Agung dan KPK agar kasus serupa tidak terulang.

Tesar menekankan proses due diligence sangat krusial. Jika perhitungan dilakukan benar tanpa niat manipulatif, potensi kerugian seharusnya sudah terprediksi sejak awal.

Ia mengusulkan auditor eksternal independen atau keterlibatan aparat penegak hukum untuk memastikan due diligence sesuai kerangka.

Ke depan, corporate venture capital akan lebih selektif dan berhati-hati. “Ini proses positif agar indikasi kecurangan semakin sulit terjadi, berkaca dari kasus TaniHub,” katanya.

Founder dan CEO DailySocial.

id Rama Mamuaya menjelaskan venture capital (VC) mengelola dana dari investor institusi untuk diinvestasikan ke startup melalui pembelian saham.

Berbeda dengan bank yang memberikan pinjaman, VC menjadi pemegang saham sehingga risiko kerugian ditanggung bersama.

VC umumnya mencari jalan keluar investasi dalam 7—10 tahun melalui IPO, akuisisi, atau penjualan saham. Model bisnis VC berbasis portofolio, bukan proyek tunggal.

>>> Dolar AS Tembus Rp 17.800, Rupiah Melemah

Sebagian startup bisa gagal, sebagian bertahan, dan sedikit yang memberikan imbal hasil berlipat ganda.

“Biasanya hanya 1–2 startup yang memberikan return 50x hingga 100x lipat yang menutupi seluruh kerugian dari startup lainnya,” kata Rama.

Contohnya, VC dengan dana US$20 juta yang ditempatkan pada 20 startup tetap bisa untung meski sebagian besar bangkrut.

Ketika startup rugi, VC melakukan evaluasi berkala. Jika masalah dari faktor eksternal, investor memberi ruang pivot.

Jika dari kapabilitas tim, dilakukan restrukturisasi. Startup juga bisa menerima pendanaan baru dengan valuasi lebih rendah (down round).

Jika tidak bisa diselamatkan, dilakukan write-off dan likuidasi.

“Yang terpenting bagi VC adalah transparansi dari founder, karena reputasi dan integritas tim nilainya jauh lebih besar daripada modal yang dikeluarkan,” tegas Rama.

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menjelaskan investasi startup memiliki tahapan dari pre-seed hingga seri lanjutan. Pada tahap awal, pendanaan dari kantong pribadi.

Setelah seed, angel investor dan VC mulai masuk dengan membeli saham.

Informasi pada tahap awal startup sangat terbatas, sehingga prospek keberlanjutan bisnis sulit dipastikan. Kondisi ekonomi dapat berubah dan memengaruhi stabilitas startup.

Jika memburuk, stabilitas terganggu; jika membaik, valuasi saham bisa meningkat berkali-kali lipat.

Bisnis VC pada dasarnya sama seperti bisnis lain, ada kemungkinan untung dan rugi.

“Merugikan negara dalam bisnis ini harus dibuktikan apakah ada keuntungan bagi individu dari kerugian startup,” ujar Huda.

Ia memperkirakan VC akan lebih selektif ke depan, tidak hanya karena hukum, tetapi juga perubahan model bisnis startup.

>>> Penyebab Nyeri Selangkangan Saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya

Investor akan lebih memperhatikan jalur menuju profitabilitas dan menuntut startup mencetak keuntungan dalam jangka waktu tertentu. VC juga akan lebih berperan dalam pengambilan keputusan startup yang didanai.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru