⌂ Beranda News Penyebab Nyeri Selangkangan Saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya

Penyebab Nyeri Selangkangan Saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya

Penyebab Nyeri Selangkangan Saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya
Ibu hamil merasakan nyeri di area selangkangan
A A Ukuran Teks16px

Rasa ngilu di area selangkangan kerap menjadi keluhan yang sering dialami ibu saat usia kehamilan semakin tua.

Sensasi tidak nyaman ini bisa muncul mendadak atau berupa rasa linu yang bertahan lama.

>>> Platense Kalahkan Corinthians 2-0 di Brasil, Lolos ke 16 Besar

Kondisi ini dikenal dengan istilah nyeri cincin panggul atau nyeri rongga panggul. Keluhan muncul karena otot serta tulang sedang meregang untuk mempersiapkan ruang bagi pertumbuhan janin.

Penyebab Nyeri Selangkangan

Dilansir dari Medcom, kondisi tersebut biasanya mulai terasa pada pertengahan kehamilan. Pemicunya adalah ligamen bulat di area panggul yang meregang mengikuti perkembangan bayi.

Rasa nyeri kerap muncul tiba-tiba atau setelah ibu hamil berdiri terlalu lama dan banyak beraktivitas fisik.

Seiring bertambahnya usia kandungan, tekanan dari kepala janin pada tulang kemaluan juga bisa memperparah rasa sakit.

>>> Dishub DKI Tiadakan Ganjil Genap Selama Cuti Bersama Iduladha

Pada beberapa kasus, ketidaknyamanan dapat menyebar hingga ke sekitar perut dan pusar. Sebagian ibu hamil bahkan mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih pucat di area pusar.

Cara Mengatasi Nyeri Selangkangan

Saat rasa nyeri menyerang, beristirahat cukup dapat membantu mengurangi tekanan pada panggul. Ibu hamil bisa mengangkat kaki menggunakan bantal atau sandaran kaki agar tubuh lebih rileks.

Jika keluhan muncul saat beraktivitas, duduk dan beristirahat sejenak biasanya efektif meredakan rasa sakit. Mengubah posisi tubuh secara berkala juga disarankan untuk mengurangi ketegangan di area bawah perut.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan ikat penopang perut. Melakukan gerakan peregangan ringan, seperti menekuk lutut ke arah perut, juga dapat membantu meminimalkan rasa tidak nyaman.

>>> River Plate Kalahkan Blooming 3-0, Amankan Puncak Grup H Copa Sudamericana

Jika diperlukan, tenaga kesehatan dapat menyarankan obat pereda nyeri yang aman. Namun, ibu hamil dilarang mengonsumsi ibuprofen dan aspirin secara sembarangan karena tidak aman bagi janin.

Kondisi Darurat yang Harus Diwaspadai

Meskipun nyeri selangkangan tergolong normal, ada beberapa gejala penyerta yang tidak boleh diabaikan.

Ibu hamil harus segera menghubungi tenaga kesehatan jika nyeri terasa sangat parah atau disertai kram perut.

Tanda bahaya lain meliputi munculnya kontraksi, nyeri punggung bawah, dan tekanan kuat pada panggul.

>>> Harga Perak Antam 28 Mei 2026 Anjlok Rp 1.850 ke Rp 49.150 per Gram

Ibu hamil juga wajib waspada jika mengalami pendarahan atau peningkatan produksi lendir pada vagina karena bisa menjadi indikasi persalinan prematur.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru