Keputusan untuk tidak mencuci daging kurban sebelum diolah menjadi sate dinilai tepat. Hal ini berkaitan dengan kualitas kuliner dan aspek kesehatan.
Daging memiliki sifat seperti spons yang mudah menyerap air. Mencuci daging kurban akan membuat kandungan air di dalamnya meningkat drastis atau menjadi waterlogged.
>>> Gereja Katedral dan Hotel Borobudur Sumbang Sapi Kurban ke Istiqlal
Kondisi air yang terperangkap akan menguap saat pembakaran, sehingga waktu pematangan menjadi lebih lama. Proses ini menyebabkan sari-sari daging ikut keluar bersama air cucian.
Akibatnya, tekstur daging tidak empuk, melainkan keras, alot, dan kering. Kelembapan tinggi pada permukaan daging juga menyulitkan bumbu marinasi menempel dengan baik.
>>> BYD Kenalkan Teknologi Hybrid Dual Mode dan Siapkan Produksi Lokal
Sebaliknya, permukaan daging yang kering mampu mengikat bumbu seperti kecap, ketumbar, atau bawang secara optimal. Hal ini membuat bumbu meresap sempurna dan menghasilkan rasa sate yang lebih gurih.
Risiko Higienitas Mencuci Daging Mentah
Dari segi higienitas, para ahli pangan melarang aktivitas mencuci daging mentah di wastafel. Air mengalir tidak dapat membasmi mikroorganisme berbahaya pada bahan makanan tersebut.
Mencuci daging di bawah air mengalir justru membuat bakteri di permukaan menyebar melalui cipratan air. Bakteri dapat menempel pada piring bersih, wastafel, dinding dapur, hingga pakaian.
>>> Antam Siap Ekspor Feronikel Lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia
Bakteri pada daging mentah hanya bisa mati melalui paparan suhu panas yang tinggi. Proses pembakaran sate menjadi fase utama yang menghancurkan mikroorganisme tersebut.
Jika terdapat kotoran atau darah berlebih, pembersihan tidak perlu dengan merendam atau membilas. Cukup seka permukaan daging menggunakan tisu dapur bersih.
>>> Ketegangan Selat Hormuz Menahan Laju Penguatan Pasar Kripto
Lakukan pembersihan dengan menepuk-nepuk permukaan daging secara perlahan menggunakan paper towel hingga kotoran terangkat. Setelah bersih dan kering, daging kurban siap dipotong dan ditusuk menjadi sate.