Konsumsi hidangan daging kurban yang berlebihan saat Idul Adha berisiko memicu lonjakan kolesterol tanpa disadari.
Dokter spesialis penyakit dalam mengingatkan bahwa kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala yang jelas.
>>> 3 Rekomendasi Earphone Open-Ear Murah di Bawah Rp200 Ribuan
dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa keluhan seperti pusing atau sakit kepala belum tentu menjadi indikator akurat.
Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan kadar kolesterol meningkat.
"Dibutuhkan pemeriksaan tambahan lain atau pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah untuk melihat apakah betul kolesterol meningkat," kata dr Aru.
>>> Bobby Nasution Akan Bahas Kompensasi Pemadaman Listrik dengan PLN
Pengabaian terhadap lonjakan ini sangat tidak disarankan. Sifatnya yang asimtomatik membuat deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium menjadi langkah krusial.
"Ya itu yang justru berbahaya. Karena dengan tidak tampaknya gejala, suatu hari timbul kelainan yang sudah lebih berat," ujarnya.
Tips Mencegah Lonjakan Kolesterol
Masyarakat diimbau mengontrol porsi makan dan memilih bagian hewan kurban dengan bijak. Jeroan seperti otak, hati, dan ginjal merupakan jenis makanan yang paling cepat menaikkan kolesterol.
>>> BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Libur Panjang Akhir Mei 2026
Metode pengolahan juga perlu diperhatikan.
Penggunaan minyak goreng berlebih, santan kental, dan lemak tambahan dapat memicu gangguan metabolik lain seperti asam urat tinggi dan hipertensi.
"Konsepnya tadi saya bilang makannya, pada waktu lebaran haji atau lebaran Idul Adha ini, kita makan seperti biasa, jangan berlebih," tambah dr Aru.
>>> Pizza Hut Hadirkan Kembali Nuansa Restoran Era 90-an
Konsumsi daging yang berlebihan, terutama jika disertai jeroan dan pengolahan tidak sehat, dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Pemeriksaan rutin dan pola makan seimbang menjadi kunci utama.