Sajian daging kurban seperti satai, gulai, rendang, dan tongseng kerap disantap dalam jumlah besar saat Idul Adha.
Namun, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh secara berlebihan dapat memicu kenaikan kadar kolesterol.
>>> EA Perbarui FC Mobile dengan Mode Turnamen Global The World's Game
Kolesterol tinggi terjadi ketika zat lemak menumpuk di pembuluh darah. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke jika dibiarkan.
Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel sehat. Namun, lonjakan kolesterol jahat (LDL) biasanya dipicu oleh konsumsi daging merah seperti sapi dan kambing secara berlebih.
Hidangan bersantan, gorengan, daging olahan, dan baked goods juga memperburuk kadar kolesterol.
Faktor lain seperti kurang olahraga, berat badan berlebih, merokok, alkohol, usia, dan riwayat keluarga turut meningkatkan risiko.
Tanda-Tanda Kolesterol Tinggi
Kadar kolesterol tinggi umumnya baru diketahui melalui pemeriksaan darah. Namun, ada beberapa indikasi fisik yang muncul ketika kondisi ini mulai memengaruhi sirkulasi tubuh.
>>> Makan Daging Berlebih Picu Begah dan Kembung, Bukan GERD
Gejala pertama adalah tubuh mudah lelah dan cepat lemas. Ini akibat aliran darah tidak optimal karena penumpukan plak di pembuluh darah.
Penyempitan pembuluh darah menuju jantung dapat memicu nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
Penderita juga kerap merasakan sakit kepala atau rasa berat di kepala karena sirkulasi darah terganggu.
Tanda lainnya meliputi sensasi kaku atau pegal di area tengkuk dan bahu setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak.
>>> Menag Nasaruddin Umar Tanggapi Polemik Kurban Presiden Prabowo Pakai APBN
Aliran darah yang tidak lancar juga bisa menyebabkan kesemutan pada tangan dan kaki.
Penyumbatan pembuluh darah membuat tubuh kekurangan suplai oksigen. Akibatnya, muncul sesak napas dan peningkatan tekanan darah.
Cara Menjaga Kolesterol Tetap Stabil
Batasi konsumsi daging merah berlemak dan pilih bagian daging yang lebih rendah lemak. Sumber protein bisa diganti dengan alternatif yang lebih sehat untuk jantung.
Pilihan protein pengganti meliputi ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, atau makanan berbahan dasar kedelai. Kurangi juga konsumsi gorengan dan makanan olahan tinggi lemak.
Perbanyak makanan kaya serat seperti oat, buah, sayur, dan biji-bijian utuh untuk membantu menstabilkan kolesterol.
>>> Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Identitas dan Data Riset di Denmark
Rutinitas olahraga minimal 30 menit sehari seperti jalan kaki, bersepeda, atau jogging ringan efektif meningkatkan kolesterol baik (HDL).