⌂ Beranda News Maggie O'Farrell Rilis Novel Baru 'Land' Usai Kesuksesan Hamnet

Maggie O'Farrell Rilis Novel Baru 'Land' Usai Kesuksesan Hamnet

Maggie O'Farrell Rilis Novel Baru 'Land' Usai Kesuksesan Hamnet
Sampul novel Land karya Maggie O'Farrell
A A Ukuran Teks16px

Penulis terkenal Maggie O'Farrell telah meluncurkan novel fiksi sejarah terbarunya berjudul Land. Peluncuran ini menyusul kesuksesan adaptasi film Hamnet yang meraih penghargaan di Hollywood.

Buku tersebut telah mendapatkan perhatian sastra yang signifikan.

>>> Karen Henthorn Tinggalkan EastEnders Setelah Pemakaman Nigel Bates

Land terpilih sebagai salah satu pilihan Book of the Month Barnes & Noble untuk Juni 2026 menjelang perilisan musim panas.

Latar Belakang Cerita

Novel ini berlatar di Irlandia pada tahun 1865.

Kisahnya berlangsung tidak lama setelah bencana Kelaparan Besar yang menewaskan setidaknya satu juta orang dan memaksa banyak lainnya meninggalkan tanah air.

Cerita berfokus pada seorang ayah bernama Tomás dan putranya yang berusia 10 tahun, Liam.

Mereka menjelajahi sebuah semenanjung yang diterpa angin sambil mengerjakan proyek besar British Army Ordnance Survey untuk memetakan lanskap yang berubah.

O'Farrell mendapatkan inspirasi kreatif langsung dari sejarah leluhurnya. Ia menemukan bahwa kakek buyutnya bertanggung jawab memproduksi peta Ordnance Survey untuk Inggris mulai tahun 1848.

Proses Kreatif

Sang penulis merinci tujuan kreatif pribadinya dan percikan kreatif yang tiba-tiba memulai proyek tersebut saat dalam perjalanan kereta.

"Saya ingin menceritakan keseluruhan kisah Irlandia hanya melalui satu bidang tanah," kata Maggie O'Farrell.

Ia mengingat bahwa kalimat pembuka buku itu muncul secara tak terduga saat ia bepergian.

"Saya sedang di kereta dan kalimat pertama buku itu tiba-tiba muncul di kepala saya - kalimatnya adalah, 'Ayahnya adalah seorang yang sedikit bicara'," ujarnya.

O'Farrell mencatat bahwa antusiasme awalnya membuat fase penulisan awal berlangsung cepat. "Saya menulis sangat banyak," katanya.

>>> Jake Quickenden dan Sophie Church Dikabarkan Berpisah setelah Empat Tahun Menikah

Ia menjelaskan bahwa perubahan fisik pada wilayah tersebut mencerminkan kerugian manusia yang disebabkan oleh tragedi sejarah.

Penulis mencatat bahwa skala krisis tersebut memerlukan dokumentasi geografis. "Mereka sedang melakukan revisi pada peta versi kedua Irlandia - dan sudah jelas mengapa revisi itu diperlukan.

Karena malapetaka besar ini telah melanda negara itu," jelasnya.

O'Farrell mengungkapkan kesulitan psikologis membayangkan kehidupan sehari-hari para tokoh sejarah yang melakukan pekerjaan pemetaan.

"Seluruh desa telah musnah, perkebunan digambar ulang, dan begitu banyak orang diusir, sehingga revisi itu perlu dilakukan.

Tapi saya benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya melakukan pekerjaan itu, menjadi seseorang yang telah hidup melaluinya," katanya.

Kritik terhadap Sejarah

Penulis mengkritik para administrator Inggris historis yang mengelola upaya bantuan kelaparan, khususnya menyasar warisan pegawai negeri Charles Trevelyan.

"Dia menggambarkannya dalam sebuah surat sebagai tindakan Tuhan untuk orang-orang yang malas, pemalas, tidak tahu berterima kasih, dan tidak mandiri.

Setahun setelah menulis surat itu, dia diberi gelar bangsawan atas kerjanya dalam bantuan kelaparan," ujar O'Farrell.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru