Tesla Inc. melaporkan hasil keuangan yang kuat untuk kuartal pertama 2026. Perusahaan berhasil membalikkan tren penurunan operasional dalam beberapa kuartal terakhir.
Pendapatan total tumbuh 16% year-on-year menjadi $22,39 miliar. Angka ini sesuai dengan ekspektasi konsensus analis.
>>> KFC Brings Back Fried Pickles and Introduces New Discount Menu Across the US
Laba per saham non-GAAP melonjak 52% menjadi $0,41. Capaian ini melampaui perkiraan Wall Street yang sebesar $0,35.
Margin Kembali Menguat
Margin kotor perusahaan rebound ke 21,1% pada kuartal ini. Angka tersebut naik 478 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
>>> Global Markets Brace for Nvidia Earnings as Bond Yields Surge
Pemulihan margin didorong oleh optimalisasi biaya produksi otomotif, penyesuaian tarif, dan adopsi perangkat lunak premium. Jumlah pelanggan FSD global mencapai sekitar 1,3 juta.
Laba operasional melonjak 90,9% year-on-year menjadi $940 juta. Namun, Tesla mencatat arus kas bebas negatif.
>>> Gold and Silver Prices Hit Multi-Week Lows Amid US-Iran Tensions
Arus kas negatif disebabkan oleh panduan belanja modal lebih dari $25 miliar untuk tahun penuh. Dana tersebut dialokasikan ke jalur produksi Tesla Semi di Nevada dan platform Cybercab.
Secara operasional, Giga Berlin mencetak rekor pabrik dengan produksi lebih dari 61.000 unit.
>>> Target Corp. Surpasses Q1 Sales Expectations Under New CEO
Hal ini membantu mengimbangi penurunan penyimpanan energi yang turun menjadi 8,8 GWh pada kuartal tersebut.
