Federal Reserve merilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 28-29 April yang mengungkapkan kecenderungan untuk menaikkan suku bunga.
Langkah ini dipicu oleh tekanan inflasi yang terus berlanjut.
>>> Harga Bensin di Seluruh AS Tembus USD 4 per Galon
Kebijakan moneter ini menjadi tantangan langsung bagi Kevin Warsh yang akan menjabat sebagai Ketua Federal Reserve yang baru besok.
Ia dinominasikan oleh Presiden Trump untuk menerapkan pemotongan suku bunga.
>>> John Summit Announces 20-Date North American Arena Tour for 'CTRL ESCAPE'
Kemungkinan Pengetatan Kebijakan
Menurut ringkasan pertemuan, pengetatan kebijakan tetap menjadi kemungkinan jika inflasi tidak mendingin menuju target resmi.
"Mayoritas peserta menekankan bahwa beberapa pengetatan kebijakan kemungkinan akan menjadi tepat jika inflasi terus berjalan di atas 2 persen," demikian pernyataan FOMC.
Risalah kebijakan juga menunjukkan bahwa meskipun pernyataan resmi masih memiliki bias pelonggaran, sejumlah anggota komite menginginkan penghapusan bahasa tersebut.
>>> IPO SpaceX: Ambisi Besar yang Mahal dan Belum Selesai
Pergeseran sikap ini mengikuti data Biro Statistik Tenaga Kerja yang menunjukkan Indeks Harga Konsumen naik 3,8% tahun-ke-tahun pada April.
Sementara itu, peramal ekonomi yang disurvei oleh Philadelphia Fed memproyeksikan inflasi mencapai 6% pada kuartal ini.
>>> Inflasi Menggerus Daya Beli Tabungan dan Tantang Anggaran Individu
Akibatnya, pedagang futures kini memperkirakan peluang 61% bahwa suku bunga dana Federal akan berakhir lebih tinggi pada akhir 2026 dibandingkan level saat ini.