⌂ Beranda News Biaya BBM Usaha Kecil Melonjak 31 Persen, Tekan Margin Keuntungan

Biaya BBM Usaha Kecil Melonjak 31 Persen, Tekan Margin Keuntungan

Biaya BBM Usaha Kecil Melonjak 31 Persen, Tekan Margin Keuntungan
Pompa bensin dengan latar belakang toko kecil
A A Ukuran Teks16px

Pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) untuk usaha kecil melonjak hampir 31 persen pada April dibandingkan tahun sebelumnya, menurut analisis Bank of America yang dikutip Detik Finance.

Kenaikan tajam biaya operasional ini berdampak berat pada pengusaha lokal, termasuk John Berl, pemilik Uncle John's BBQ Stand di Claymont, Delaware.

>>> Saham Webull Tertekan Regulasi dan Lonjakan Short Interest

Berl baru-baru ini mengeluarkan Rp 1,9 juta (US$120) untuk mengisi bahan bakar satu truk makanannya guna mengikuti acara mobil di pantai, namun rendahnya jumlah pengunjung membuat usahanya merugi ratusan dolar hari itu.

Inflasi yang terus-menerus membebani perilaku konsumen, dengan harga konsumen saat ini 3,8 persen lebih tinggi dibanding setahun lalu.

"Harga bensin mempengaruhi segalanya. Biaya pengiriman saya naik, semua produk konsumen saya naik.

Hanya untuk sampai ke acara dulu biayanya Rp 320 ribu, sekarang Rp 720 ribu," kata Berl.

"Saya tidak bisa untung saat ini. Saya belum mendapat uang sejak September, Oktober lalu — itu terakhir kali saya menerima gaji sendiri."

"Sulit bekerja tanpa hasil," ujar Berl.

>>> Trane Technologies Naikkan Prospek Keuangan Ditopang Permintaan Pusat Data AI

Data dari Bank of America Institute mengonfirmasi bahwa tren ekonomi yang lebih luas mencerminkan kesulitan individu ini, menunjukkan penurunan profitabilitas usaha kecil sebesar 1,3 persen pada April.

Penurunan ini merupakan kinerja keuangan terlemah bagi usaha kecil dalam dua tahun, didorong oleh lonjakan 31 persen dalam pengeluaran BBM.

Secara bersamaan, optimisme usaha kecil tetap sangat rendah, menurut data dari National Federation of Independent Business (NFIB).

Indeks optimisme NFIB tetap di bawah rata-rata 52 tahun sebesar 98,0 untuk bulan kedua berturut-turut pada April karena kenaikan biaya, lemahnya belanja konsumen, dan tantangan tenaga kerja.

"Saya yakin orang-orang takut mengeluarkan uang karena ekonomi dan tidak yakin apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang," lapor salah satu usaha kecil di sektor jasa kepada NFIB.

>>> Spacex Ajukan IPO dengan Pendapatan Melonjak tapi Rugi Membengkak

"Musim panas biasanya sangat sibuk bagi kami, tapi siapa yang tahu?"

Ketidakpastian ekonomi dan kekurangan staf juga memicu penurunan ekspansi penggajian di berbagai usaha kecil.

Analisis Bank of America Institute mencatat bahwa meskipun sektor seperti pertanian, ritel, kesehatan, dan transportasi menambah pekerja, pertumbuhan penggajian secara keseluruhan jauh lebih rendah dibanding tahun 2025.

Perlambatan perekrutan ini menimbulkan risiko signifikan bagi ekonomi yang lebih luas, mengingat perusahaan kecil mempekerjakan hampir setengah dari seluruh tenaga kerja AS.

Pengusaha seperti Berl sudah mulai mengurangi skala, mempekerjakan lebih sedikit pekerja musiman dari biasanya menjelang musim tersibuk mereka.

Demikian pula, Jennifer Ybarra, seniman kostum lama dari Morgantown, Virginia Barat, yang menjual barang buatan tangan di Etsy, menghadapi guncangan rantai pasokan dan BBM yang sama.

>>> Ellington Credit Reports Q1 2026 Loss Amid CLO Market Turmoil

Bahan baku manufaktur penting seperti pita dan benang menjadi semakin mahal, sementara biaya bensin untuk mengumpulkan pasokan ini menambah tekanan pada margin bisnisnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru