Penggabungan dengan Puasa Senin Kamis
Puasa Muharram juga boleh digabungkan dengan puasa Senin Kamis jika jatuh pada hari yang sama. Penggabungan dua amalan sunah ini dinilai sah dan mendatangkan pahala dari kedua ibadah.
Pandangan ini didukung oleh ulama fikih Wahbah az-Zuhaili dan Imam an-Nawawi. Dalam mazhab Syafi'i, penggabungan dua niat untuk amalan sunah merupakan praktik yang diterima.
Niat puasa Senin: "Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ." Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ.
Niat puasa Kamis: "Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ." Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ.
Tata Cara Puasa Muharram
Tata cara puasa Muharram sama seperti puasa sunah pada umumnya. Langkah pertama adalah membaca niat puasa sejak malam hari hingga sebelum fajar.
>>> Schneider Electric Luncurkan APC Easy UPS BVG900I-GR untuk Lindungi UMKM dari Gangguan Listrik
Umat Islam dianjurkan menyantap sahur sebelum waktu Subuh.
Selama berpuasa, mereka wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga matahari terbenam.
Selain itu, penting untuk menjaga lisan dan perilaku dari perbuatan maksiat.
Rasulullah SAW bersabda, "Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga."
(HR an-Nasa'i dan Ibnu Majah).
Puasa diakhiri dengan menyegerakan berbuka begitu waktu Maghrib tiba.
Keistimewaan Puasa di Bulan Muharram
Puasa Muharram menempati posisi sebagai salah satu puasa sunah paling utama. Keistimewaan ini karena Muharram termasuk dalam Al-Asyhurul Hurum, empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.
Pahala puasa di bulan ini dilipatgandakan. Dalam hadis riwayat At-Thabarani, puasa sehari di bulan Muharram setara dengan pahala 30 hari puasa.
Puasa Asyura secara khusus memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang telah lewat. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Abu Qatadah RA.
Rasulullah SAW juga menyarankan untuk menambah puasa pada tanggal 9 atau 11 Muharram. Anjuran ini bertujuan membedakan ibadah umat Islam dengan tradisi puasa kaum Yahudi.
>>> Pemkot Bandung Rilis Aturan Baru Penerimaan Murid Baru Tingkat SMP
Dengan berbagai keutamaan tersebut, bulan Muharram menjadi momentum tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah puasa sunah.