Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk bulan yang dimuliakan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah.
Puasa sunnah utama di bulan Muharram adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, dianjurkan pula puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram.
>>> Fullerton Health Rampungkan Akuisisi AdMedika Group di Indonesia
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Niat puasa dapat dibaca pada malam hari atau siang hari sebelum zuhur.
Jika lupa niat di malam hari, niat siang hari tetap sah asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
>>> Suzuki XL7 Hybrid Dilengkapi Smart e-Mirror untuk Visibilitas Maksimal
Lafal niat puasa Asyura pada malam hari: "Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ."
Lafal niat puasa Tasua atau Asyura pada siang hari: "Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ."
>>> Defisit Perdagangan Vietnam Tembus Rekor Akibat Lonjakan Harga Bahan Baku Global
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, dan lainnya).
>>> Toyota Luncurkan GRMN Corolla, Varian Paling Ekstrem untuk Penggemar Kecepatan
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits tersebut menunjukkan keutamaan berpuasa di sepanjang bulan Muharram. Bulan ini menjadi waktu terbaik kedua untuk berpuasa setelah Ramadan.