⌂ Beranda News Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram

Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram

Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram
Ilustrasi umat Islam berpuasa di bulan Muharram
A A Ukuran Teks16px

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah, terutama puasa, selama bulan ini.

Puasa sunah yang paling utama adalah puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram. Keduanya memiliki keutamaan yang besar berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

>>> ASUS Luncurkan Speaker Bluetooth Portable Adol PO102 dengan Sertifikasi IP67

Keutamaan Puasa Asyura dan Tasua

Puasa Asyura termasuk sunah muakkadah atau sangat dianjurkan. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, puasa ini dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

Rasulullah SAW juga sangat ingin melaksanakan puasa Tasua pada 9 Muharram. Hal ini untuk membedakan dengan tradisi puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasua)."

(HR Muslim).

Selain itu, tidak ada hari yang dilarang untuk berpuasa di bulan Muharram. Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa selama bulan suci ini.

Hukum Menggabungkan Puasa Muharram dengan Qadha Ramadan

Sebagian Muslim memanfaatkan bulan Muharram untuk membayar utang puasa Ramadan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai hukum menggabungkan niat puasa wajib dan sunah.

Para ulama memiliki tiga pandangan utama mengenai penggabungan niat ini. Pertama, penggabungan niat dianggap sah sehingga kedua ibadah berhasil.

Kedua, hanya ibadah wajib yang sah. Ketiga, hanya ibadah sunah yang sah.

Kitab Mughnil Muhtaj menyarankan agar Muslim yang memiliki utang Ramadan mendahulukan puasa qadha. Namun, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama.

Ibnu Hajar berpendapat bahwa orang yang berpuasa qadha bisa mendapatkan pahala puasa sunah sekaligus jika meniatkannya.

>>> Bolehkah Berhubungan Suami Istri pada Malam 1 Suro? Ini Penjelasannya

Imam Romli menyatakan pahala puasa sunah tetap didapat otomatis jika qadha dilakukan pada hari anjuran puasa sunah. Sementara Abu Makromah berpendapat kedua niat tidak bisa digabungkan.

Niat Puasa Muharram dan Qadha

Berikut lafaz niat puasa Muharram untuk tanggal 1-8: "Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ." Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ.

Niat puasa Tasua (9 Muharram): "Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ." Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah SWT.

Niat puasa Asyura (10 Muharram): "Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ." Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.

Bagi yang ingin mengqadha puasa Ramadan, niat yang diutamakan adalah niat puasa wajib: "Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ."

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Swt.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru