Perbaikan didorong oleh pulihnya permintaan pasar domestik setelah menghadapi tekanan berat di awal tahun.
Pemulihan ini ditopang oleh normalisasi kegiatan bisnis setelah perayaan Lebaran. Volume pemesanan baru (new orders) terus melaju dalam dua bulan beruntun dan mencatatkan pertumbuhan tercepat sejak Februari.
>>> Harga Emas Pegadaian 15 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24
Kendati demikian, laporan Samuel Sekuritas menyoroti adanya jurang pemisah yang kian lebar antara permintaan dalam negeri dan pasar ekspor.
Pemesanan dari luar negeri terkontraksi selama tiga bulan berturut-turut.
Penurunan pesanan ekspor global ini tercatat sebagai yang terdalam sejak Agustus 2021. Hambatan pada rantai pasok global tersebut dipicu oleh ketegangan konflik di wilayah Timur Tengah.
“Penurunan permintaan eksternal menjadi perhatian utama, terutama bagi industri manufaktur yang berorientasi ekspor dan sangat bergantung pada rantai pasok global serta pasar luar negeri,” sebut Tim Makro Samuel Sekuritas dalam laporannya.
Samuel Sekuritas menambahkan, keberlanjutan pemulihan manufaktur akan sangat bergantung pada terjaganya stabilitas nilai tukar, dukungan kebijakan fiskal yang tepat sasaran, serta membaiknya kondisi pembiayaan yang dapat mendorong aktivitas produksi dan investasi.
Proyeksi Pertumbuhan Kuartal II-2026 Melambat
Secara keseluruhan, indikator yang ada memperlihatkan bahwa ekonomi Indonesia sedang berada dalam fase perlambatan temporer. Laju pertumbuhan ini tidak sekuat pencapaian pada kuartal pertama tahun ini.
Berdasarkan data kompilasi Bloomberg, pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal II-2026 diproyeksikan berada di angka 5% secara tahunan.
Target ini melambat dibanding realisasi kuartal I-2026 yang tumbuh mencapai 5,61%.
Survei bulanan Bloomberg pada awal Juni memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional tetap bertahan di level 5% pada kuartal III-2026.
Laju pertumbuhan kemudian diperkirakan melandai ke posisi 4,69% pada kuartal IV-2026.
Tekanan daya beli masyarakat memang nyata terlihat dari inflasi yang menanjak dan keyakinan konsumen yang turun.
>>> Harga Oppo Reno13 F 5G Turun Jadi Rp4,4 Jutaan pada Juni 2026
Namun, berlanjutnya proyek pemerintah dan perbaikan PMI manufaktur menunjukkan fondasi ekonomi belum melemah secara struktural.