⌂ Beranda News Pekan Sibuk: Sejumlah Bank Sentral Dunia Siap Putuskan Suku Bunga Acuan

Pekan Sibuk: Sejumlah Bank Sentral Dunia Siap Putuskan Suku Bunga Acuan

Pekan Sibuk: Sejumlah Bank Sentral Dunia Siap Putuskan Suku Bunga Acuan
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menurun
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah bank sentral di berbagai negara bersiap memutuskan tingkat suku bunga acuan mereka dalam pekan sibuk yang dimulai pada Senin, 15 Juni 2026.

Langkah penentuan kebijakan moneter ini diambil di tengah proyeksi sebagian besar bank sentral dunia untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka.

>>> Belanda vs Jepang Imbang 2-2, Warganet Indonesia Ramai Beri Komentar

Agenda ekonomi penting dari otoritas moneter tersebut mencakup wilayah Amerika Serikat, Jepang, Indonesia, Taiwan, Filipina, Swiss, Ukraina, hingga Norwegia, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Di sisi lain, beberapa bank sentral di negara berkembang diperkirakan mengambil langkah pengetatan menyusul tekanan inflasi yang meninggi serta perlambatan ekonomi domestik.

Proyeksi Suku Bunga di Berbagai Negara

Bank Indonesia diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 6% pada 18 Juni.

>>> IHSG Diprediksi Menguat Imbas Kesepakatan Damai AS-Iran

Di samping itu, Bank of Japan diprediksi mendongkrak suku bunga ke level 1,25% karena inflasi tahunan Mei diperkirakan naik.

Sementara itu, bank sentral Filipina diproyeksi menaikkan suku bunga pinjaman overnight sebesar 50 basis poin menjadi 5% akibat lonjakan harga energi.

Menurut Tamara Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, indikator stabilitas nilai tukar yang dimiliki Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut masih diperlukan untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Hal ini terjadi setelah serangkaian langkah kebijakan sebelumnya justru meningkatkan persepsi risiko investasi secara signifikan.

>>> Empat Negara Eropa Desak Pembukaan Kembali Selat Hormuz Tanpa Syarat

Henderson menambahkan bahwa inflasi domestik saat ini belum menjadi perhatian utama bagi bank sentral karena indeks harga konsumen masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 1,5-3,5%.

Kendati demikian, ia menilai bahwa guncangan harga minyak berpotensi mendorong inflasi melewati batas atas target dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu, 17 Juni 2026.

>>> Dwayne Johnson Idap Epididymitis Usai Temukan Benjolan Testis

Gubernur The Fed Kevin Warsh diproyeksi tidak memberikan panduan eksplisit mengenai arah kebijakan moneter ke depan, meski Federal Open Market Committee berpotensi menghapus bias pelonggaran kebijakan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru