PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) mencatatkan penjualan sebesar Rp 200,7 miliar pada kuartal I-2026.
Capaian ini membalikkan kerugian bersih Rp 4,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> Asing Catat Jual Bersih Rp 325,3 Miliar, Saham BBCA Anjlok 2,27%
Emiten ini juga meraup laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,43 miliar.
Pertumbuhan kinerja didorong oleh lini bisnis baru di bidang perdagangan daging dan produk pangan beku (frozen food).
Transformasi Bisnis dan Diversifikasi
Direktur TGUK, Agus Suhada, mengatakan pencapaian ini merupakan bagian dari transformasi bisnis. Langkah tersebut bertujuan membangun fondasi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
>>> Bahlil Batalkan Skema Gross Split untuk Tambang Minerba
"Perseroan terus berupaya memperkuat model bisnis melalui pengembangan usaha yang memiliki prospek jangka panjang," ujar Agus dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan bahwa sektor pangan dipilih karena permintaan yang relatif stabil dan kebutuhan pasar yang besar.
Aktivitas perdagangan daging melalui lini usaha baru menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan pada kuartal I-2026.
Langkah ini strategis untuk membangun struktur bisnis yang lebih beragam dan tidak bergantung pada satu segmen.
>>> Inggris Rencanakan Pembelian Chip AI untuk Pertahankan Perusahaan Teknologi Lokal
Bersamaan dengan ekspansi, perseroan tetap memperkuat tata kelola perusahaan dan efisiensi operasional.
Manajemen TGUK menilai pertumbuhan berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada kenaikan pendapatan, melainkan juga kualitas operasional dan kinerja jangka panjang.
Memasuki kuartal II-2026, TGUK bersiap melanjutkan program penguatan bisnis. Fokus perusahaan meliputi optimalisasi lini usaha yang sudah berjalan, perluasan jaringan, dan pencarian peluang usaha baru.
>>> Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 secara Online Lewat Mobile JKN dan Website
"Kami meyakini pendekatan yang disiplin, adaptif, dan berorientasi jangka panjang akan menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan," tutup Agus.