Pemerintah Inggris merancang strategi pembelian peralatan semikonduktor dari perusahaan teknologi domestik. Langkah ini bertujuan agar perusahaan tersebut tetap mengoperasikan bisnisnya di dalam negeri.
Menteri Teknologi Liz Kendall akan memaparkan rencana pembelian strategis ini dalam pidatonya di konferensi London Tech Week pekan ini.
>>> Al Ghazali Mendadak Jadi Drummer Dewa 19 di Malaysia Gantikan Tyo Nugros
Hal tersebut berdasarkan draf garis besar proposal yang diperoleh Bloomberg.
Pendekatan baru ini muncul setelah Komite Sains, Inovasi, dan Teknologi Parlemen Inggris memperingatkan tingginya ketergantungan publik pada penyedia layanan luar negeri.
Mereka menyoroti Microsoft Corp. dan Amazon Web Services, serta menyatakan Palantir Technologies Inc. tidak boleh berperan signifikan di sektor publik.
>>> IHSG Ditutup Melemah 2,87 Persen pada Sesi I Imbas Data Cadangan Devisa
Selain pembelian chip, proposal pemerintah juga mencakup akses pendanaan, termasuk dari pembayar pajak, dan investasi pengembangan keterampilan pekerja.
Pada Januari lalu, Kendall mengumumkan suntikan dana £1 miliar (setara US$1,3 miliar) untuk memperluas sumber daya riset AI hingga 20 kali lipat melalui komputasi publik gratis bagi bisnis dan peneliti.
Upaya ini digalakkan setelah banyak korporasi teknologi lokal diakuisisi pemodal asing.
>>> KAI Alokasikan Rp3,8 Triliun PMN untuk Pengadaan KRL Jabodetabek
Contohnya, Alphawave IP Group Plc dibeli Qualcomm seharga US$2,4 miliar tahun lalu, Graphcore oleh SoftBank Group Corp pada 2024, dan Arm Holdings Plc memilih mencatatkan saham utama di New York pada 2023.
"Kita harus, dan kita sedang, memastikan kemampuan AI kedaulatan kita sendiri," kata Kendall dalam pidatonya pada Januari.
Pemerintah menilai penguasaan teknologi ini krusial bagi keamanan dan keberlangsungan sektor strategis nasional.
>>> Hunex Rilis Mamiya di Nintendo Switch pada Juni 2026
"Teknologi ini terlalu penting untuk sepenuhnya bergantung pada negara lain, terutama di bidang pertahanan, jasa keuangan, dan layanan kesehatan," tambah Kendall.