Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan arsitektur ekonomi internasional yang terbuka dan inklusif dalam Brussels Economic Security Forum (BESF) 2026 di Brussel, Belgia, pada Jumat (5/6/2026).
Langkah ini diambil untuk merespons dinamika geopolitik global yang menekan stabilitas perdagangan, investasi, dan ketahanan rantai pasok dunia.
>>> BI Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah untuk Tekan Beban Bunga Utang
Pentingnya Diversifikasi dan Kolaborasi
Menurut Airlangga, arsitektur ekonomi internasional saat ini sedang mengalami perubahan signifikan. Ia menekankan bahwa jawaban atas tantangan ini bukanlah decoupling, melainkan diversifikasi.
"Bukan pada fragmentasi, melainkan pada kerja sama dan kemitraan," ujar Airlangga dalam forum tersebut.
Ketidakpastian global dipicu oleh konflik di sekitar Selat Hormuz dan Laut Merah. Hal ini meningkatkan biaya logistik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
Banyak negara merespons dengan memperketat keamanan ekonomi domestik melalui kebijakan industri, penyaringan investasi, dan pengendalian ekspor.
>>> Quick Share Jadi Solusi Praktis Transfer File Android ke Windows
Airlangga mengajak semua pihak membangun kerangka keamanan ekonomi yang lebih baik. Kerangka ini harus mampu memperkuat ketahanan sekaligus menjaga keterbukaan, inklusivitas, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Kinerja Ekonomi Indonesia
Di tengah tekanan global, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026.
Inflasi tetap terkendali dan neraca perdagangan surplus selama lebih dari 70 bulan.
>>> Menkeu Purbaya Koordinasi dengan BI Stabilkan Rupiah Demi Pedagang Tahu Tempe
Transformasi ekonomi nasional terus dipercepat melalui hilirisasi industri, ekonomi hijau, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Hal ini menarik investasi lintas benua.
Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD130 miliar dalam gross merchandise value (GMV) pada 2025.
Kemandirian energi ditingkatkan melalui program biodiesel B50 yang diperkirakan memangkas impor bahan bakar hingga 4 juta kiloliter per tahun.
Pemerintah juga memperluas kemitraan strategis melalui penyelesaian IEU-CEPA, Indonesia-Canada CEPA, I-EAEU FTA, serta proses aksesi menuju CPTPP dan OECD.
>>> PT Alun Indah Resmikan Service Point Mercedes-Benz di Lampung
Rangkaian forum tahunan yang diinisiasi European Policy Centre (EPC) ini resmi ditutup oleh European Commissioner for Trade and Economic Security Maroš Šefčovič.