Hidangan berbahan daging seperti rendang, gulai, semur, dan tongseng sering dimasak dalam jumlah besar saat Idul Adha.
Porsi melimpah membuat masyarakat kerap menghangatkan kembali makanan agar bisa dikonsumsi beberapa hari.
>>> Telkomsel Integrasikan AI untuk Personalisasi Layanan Pelanggan
Kebiasaan memanaskan ulang masakan daging secara berulang ternyata berisiko memengaruhi kualitas hidangan. Proses ini dapat mengubah cita rasa, merusak tekstur, hingga mengancam keamanan pangan jika penyimpanan keliru.
Dilansir dari Detik Health, aktivitas memanaskan makanan berulang mampu memicu oksidasi lemak. Kandungan vitamin yang sensitif terhadap suhu panas juga dapat berkurang.
Penelitian dalam jurnal Food Chemistry tahun 2026 mengungkapkan bahwa pemanasan ulang meningkatkan pembentukan senyawa hasil oksidasi lemak. Dampaknya, aroma berubah, muncul rasa tengik, dan kualitas nutrisi merosot bertahap.
>>> Keraton Kasunanan Surakarta Gelar Grebeg Besar Kedua oleh Kubu PB XIV Mangkubumi
Ancaman penurunan mutu lebih besar pada masakan bersantan atau berlemak tinggi seperti gulai dan rendang yang terus dipanaskan berhari-hari.
Titik kritis bahaya sebenarnya terletak pada prosedur penyimpanan pascamasak, bukan hanya proses pemanasan. Hidangan daging yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang memberi ruang bakteri berkembang biak cepat.
Centers for Disease Control and Prevention menyatakan bakteri tumbuh subur pada suhu 4 hingga 60 derajat Celsius. Wilayah ini dikenal sebagai danger zone atau zona bahaya.
>>> Harga Emas Digital 28 Mei 2026 Kompak Mengalami Penurunan
Langkah Aman Memanaskan Hidangan Sesuai Porsi
Makanan yang disimpan di lemari es dengan suhu aman boleh dipanaskan kembali asalkan penyimpanan awal benar dan tidak berulang kali.
Risiko kontaminasi bakteri melonjak seiring seringnya hidangan daging keluar masuk kulkas ke suhu ruang. Siklus mendinginkan dan memanaskan berulang mempercepat kerusakan kualitas.
Membagi masakan daging ke dalam beberapa wadah kecil sejak awal penyimpanan menjadi solusi lebih aman. Saat waktu makan, cukup ambil dan panaskan satu porsi yang akan dihabiskan.
>>> Huawei Kembangkan Metode Baru Produksi Chip untuk Hadapi Sanksi AS
Strategi pembagian porsi efektif mempertahankan rasa, menjaga tekstur, dan melindungi mutu masakan. Langkah ini sekaligus meminimalkan ancaman bakteri akibat perubahan suhu fluktuatif.