Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak 10,19 persen ke level Rp173 pada perdagangan Senin (15/6/2026).
Lonjakan terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp335,57 miliar di pasar reguler.
>>> Stimulus Fiskal Harus Diarahkan ke Industri Padat Karya untuk Ciptakan Lapangan Kerja Formal
Investor domestik justru memborong saham BUMI dengan catatan beli bersih Rp335,6 miliar.
Volume perdagangan mencapai 450,7 juta lembar saham dengan frekuensi 201.171 kali. Total nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp2,35 triliun.
Data dari Stockbit Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan ini membalikkan tren jangka panjang BUMI yang melemah 15,42 persen dalam sebulan terakhir dan merosot 50,82 persen sejak awal tahun.
Sebelumnya, pada Jumat (12/6/2026), saham BUMI juga melambung 12,14 persen ke posisi Rp181 dengan volume 1,02 miliar lembar.
Saat itu, asing tercatat membeli bersih Rp53,22 miliar.
Kinerja Keuangan dan Diversifikasi
Anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), juga menguat 24,53 persen ke Rp660 di awal pekan.
BRMS mencatatkan kenaikan 38,66 persen dalam sepekan.
Dari sisi kinerja keuangan, BUMI mencetak kenaikan laba bersih 20,1 persen menjadi US$81 juta atau sekitar Rp1,35 triliun sepanjang 2025.
>>> Garena Bagikan Kode Redeem Free Fire 17 Juni 2026, Ada Skin Eksklusif
Perusahaan juga mencatatkan saldo laba ditahan US$81 juta per 31 Desember 2025.
Pada kuartal I/2026, pendapatan bisnis inti batu bara naik 19,7 persen menjadi US$417,7 juta.
Laba bersih tumbuh 36,6 persen menjadi US$41,1 juta.
Produksi batu bara naik 12 persen menjadi 19,2 juta ton dan penjualan naik 14 persen menjadi 19,1 juta ton.
Perbaikan strip ratio menjadi 7,7x dari 8,4x turut menopang kinerja.
BUMI tengah gencar melakukan diversifikasi ke sektor non-batubara melalui tiga aset utama: Wolfram Limited di Australia, Jubilee Metals Limited (JML), dan rencana akuisisi 45 persen PT Laman Mining.
Proyek Wolfram di Queensland menargetkan komersial pada Mei-Juli 2026. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan 12.000–15.000 ton copper equivalent di tahun pertama.
Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai kepastian komersial proyek Wolfram didukung oleh kontrak offtake selama tujuh tahun dengan Glencore untuk seluruh output tambang dari operasi Mt.
>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 Stabil untuk Perangkat Pixel
Carlton.
"Offtake 7 tahun dengan Glencore memberi commercial certainty bagi Wolfram.
BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas," kata Cliff, Jumat (12/6/2026).
Kombinasi aset non-batubara ini berpotensi mempercepat target komposisi EBITDA 50:50 antara batubara dan non-batubara dari target awal tahun 2031.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness di kisaran Rp157 hingga Rp170. Target harga pertama di Rp214 dan target kedua di Rp238, dengan batas stoploss di bawah Rp153.
CGS International Sekuritas Indonesia sebelumnya menetapkan target harga pada rentang Rp165 sampai Rp173 yang kini telah terlewati.
Secara teknikal, saham BUMI memiliki area support pada kisaran Rp135 sampai Rp146.
Langkah korporasi terdekat BUMI adalah menyelenggarakan RUPST dan RUPSLB pada 18 Juni 2026 di JS Luwansa Hotel Jakarta.
>>> Disdik Jabar Rilis Hasil Pemetaan Calon Murid Baru SPMB 2026
Agenda RUPST meliputi pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 serta perubahan susunan direksi dan komisaris. RUPSLB akan membahas perubahan anggaran dasar penyesuaian KBLI 2025.