WPP, perusahaan induk komunikasi global, dikabarkan mulai menjajaki potensi penjualan divisi hubungan masyarakat (PR) mereka, Burson. Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi menyeluruh yang tengah berjalan.
Menurut laporan The Times yang dikutip Medcom, penasihat dari Goldman Sachs telah dilibatkan untuk meninjau opsi strategis bagi Burson.
>>> Mendag Budi Santoso Resmi Atur Bisnis di Aplikasi Ojek Online dan Travel
Penjualan agensi komunikasi global tersebut dapat dilakukan demi merampingkan operasi setelah kinerja yang kurang memuaskan.
Burson mencatat penurunan pendapatan sebesar 6% untuk tahun 2025.
Awal tahun ini, WPP menyatakan bahwa Burson menghadapi lingkungan yang menantang untuk pengeluaran diskresioner klien, khususnya di wilayah Eropa.
Potensi divestasi ini akan mengurangi eksposur WPP terhadap sektor PR. Sebelumnya, WPP telah menjual saham mayoritas FGS Global kepada perusahaan ekuitas swasta KKR.
Program Pemulihan di Bawah CEO Baru
Tinjauan strategis ini menjadi bagian dari program pemulihan yang dipimpin oleh Cindy Rose selaku CEO WPP sejak September.
Cindy Rose telah menguraikan rencana untuk menyederhanakan struktur perusahaan, memangkas biaya, dan mengembalikan bisnis ke jalur pertumbuhan.
Langkah ini diambil setelah ia mengakui bahwa kinerja baru-baru ini masih di bawah ekspektasi.
>>> Pemulihan Industri Minuman Kemasan Dinilai Belum Ideal
Melalui strategi "Elevate28", WPP bertujuan menstabilkan bisnis dalam jangka pendek sebelum kembali ke pertumbuhan organik.
Rencana ini mencakup identifikasi penghematan biaya hingga £500 juta atau sekitar SG$ 855 juta pada tahun 2028, bersamaan dengan divestasi aset non-inti.
Model perusahaan induk tradisional yang terdiri dari banyak unit operasional akan digantikan oleh struktur yang lebih terintegrasi.
WPP akan diorganisir menjadi empat divisi inti, yaitu WPP Media, WPP Creative, WPP Production, dan WPP Enterprise Solutions.
Burson sendiri saat ini berada di bawah payung WPP Creative bersama VML, Ogilvy, AKQA, Landor, serta Design Bridge and Partners.
Di wilayah regional, Kyoko Matsushita yang sebelumnya menjabat sebagai CEO di Jepang kini ditunjuk sebagai CEO baru WPP Creative APAC untuk mengembangkan model operasional yang lebih ramping.
>>> Pemerintah Resmi Rilis Aturan Usia dan Empat Jalur Pendaftaran SPMB 2026
Burson dibentuk pada tahun 2024 melalui penggabungan dua agensi komunikasi besar WPP, yaitu BCW dan Hill & Knowlton, dan saat ini mempekerjakan sekitar 6.000 orang secara global.
WPP menolak memberikan komentar ketika coba dihubungi oleh Marketing Interactive mengenai kabar penjualan ini.
Dalam wawancara dengan podcast Agency Agenda Marketing Connected awal tahun ini, CEO Burson APAC, HS Chung, membagikan prioritasnya untuk agensi PR tersebut menghadapi tahun 2026.
"Sebelum hal lain, prioritas kami adalah benar-benar berpikir sebagai satu kesatuan. Bukan sebagai dua, tiga, empat," kata HS Chung.
"Sangat penting bagi kami untuk benar-benar memahami filosofi mengapa kami bersatu sebelum kami dapat melakukan apa pun," ujar HS Chung.
Ia menekankan bahwa integrasi pasca-merger bukan tentang melestarikan cara kerja lama, melainkan tentang menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru demi mendorong pergeseran pola pikir karyawan.
"Banyak orang cenderung berharap dan percaya bahwa apa yang biasa mereka lakukan dapat tetap ada. Tetapi kenyataannya, kami melakukan semua ini untuk menciptakan budaya baru," jelas HS Chung.
>>> Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Ratu dan Pemimpin Anggun
"Kami sebenarnya menganggap diri kami berusia sekitar satu hingga dua tahun. Kami tidak melihat diri kami sebagai perusahaan berusia 70 tahun yang sudah lama berdiri," tutur HS Chung.