Proses penyehatan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Hal ini karena Danantara Indonesia menginginkan maskapai pelat merah itu kembali beroperasi dengan transformasi menyeluruh.
>>> Kapal Perang Rusia Tembak Peringatan ke Kapal Pesiar Inggris
Langkah Danantara
Terhitung sudah satu semester sejak Danantara mengambil alih restrukturisasi Garuda Indonesia Group pada kuartal akhir 2025.
Dalam periode tersebut, Danantara menyertakan modal jumbo senilai Rp23,6 triliun.
>>> Bebe Rexha Rilis Album Independen Perdana DIRTY BLONDE
Selain itu, Danantara juga mengorkestrasi inbreng aset berupa tanah seluas 972.123 meter persegi milik PT Angkasa Pura Indonesia (API).
>>> Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga 5,4 Persen
Nilai aset tersebut mencapai Rp5,6 triliun dan diberikan kepada entitas anak Garuda, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).
Inbreng ini sekaligus menempatkan Angkasa Pura sebagai salah satu pemegang saham GMFI dengan persentase terbesar.
>>> Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pelajar soal Penggunaan AI
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi keuangan dan operasional Garuda Indonesia ke depan.