⌂ Beranda News Ubisoft Tutup Dua Studio dan PHK 380 Karyawan

Ubisoft Tutup Dua Studio dan PHK 380 Karyawan

Ubisoft Tutup Dua Studio dan PHK 380 Karyawan
Kantor Ubisoft dengan logo perusahaan
A A Ukuran Teks16px

Perusahaan pengembang gim asal Prancis, Ubisoft, kembali melakukan efisiensi besar-besaran. Pada Senin (15/6/2026), mereka menutup dua studio di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia.

Kebijakan ini berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 380 karyawan. Informasi tersebut dilansir dari Teknologi.

>>> Akses Siaran Piala Dunia 2026 Resmi Melalui TVRI, Folaplay, dan MAXStream TV

Selain penutupan studio, pengurangan tenaga kerja juga terjadi di sejumlah divisi Ubisoft lainnya. Ubisoft Barcelona di Spanyol menjadi salah satu yang paling terdampak.

Di Barcelona, pemangkasan dilakukan terhadap 51 pekerja. Jumlah itu setara dengan 28 persen dari total staf yang ada.

Fokus Baru Ubisoft Barcelona

Melalui restrukturisasi ini, fokus kerja Ubisoft Barcelona mengalami pergeseran.

>>> Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram

Studio yang sebelumnya mengerjakan waralaba besar seperti Assassin's Creed, The Crew, Ghost Recon, dan Immortals: Fenyx Rising kini dialihkan khusus untuk mengembangkan waralaba Rainbow Six.

Pemangkasan ini merupakan bagian dari penataan ulang organisasi di bawah kendali keluarga Guillemot.

Di tengah perombakan, Ubisoft mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif untuk pembuatan gim, meskipun langkah tersebut menuai penolakan dari sebagian pelaku industri.

Secara internal, struktur perusahaan kini dibagi menjadi lima kelompok kreatif atau creative houses. Divisi terbesar, Vantage Studios, dipimpin oleh Charlie Guillemot, anak dari CEO Ubisoft Yves Guillemot.

>>> Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Lewat HP Tanpa Paklaring, Begini Caranya

Perubahan struktur juga diwarnai dengan hengkangnya beberapa kreator senior.

Mantan kepala waralaba Assassin's Creed Marc-Alexis Côté, serta mantan direktur kreatif dan direktur gim Assassin's Creed Hexe, Clint Hocking dan Benoit Richer, telah meninggalkan perusahaan.

Marc-Alexis Côté kemudian melayangkan gugatan hukum senilai hampir US$1 juta atau sekitar Rp18 miliar kepada Ubisoft. Gugatan tersebut atas dugaan pemecatan yang tidak semestinya.

>>> Abaikan Hipertensi Selama Bertahun-tahun, Wanita Ini Alami Kerusakan Ginjal Kronis

Sementara itu, laporan media Prancis Les Echos mengindikasikan bahwa pengurangan karyawan susulan berpotensi terjadi di operasional Ubisoft wilayah Amerika Serikat.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru