⌂ Beranda News BPI Danantara Pangkas Jumlah BUMN Menjadi 200-300 Perusahaan

BPI Danantara Pangkas Jumlah BUMN Menjadi 200-300 Perusahaan

BPI Danantara Pangkas Jumlah BUMN Menjadi 200-300 Perusahaan
Ilustrasi restrukturisasi BUMN oleh BPI Danantara
A A Ukuran Teks16px

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mempercepat perampingan jumlah BUMN dari 1.077 entitas menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan.

Langkah ini diumumkan pada Kamis (12/6/2026) sebagai upaya mengatasi inefisiensi dan kerugian di tubuh perusahaan milik negara.

>>> Rigen Rakelna dan Indah Ningtyas Sambut Kelahiran Anak Keempat

Tanpa PHK, Karyawan Dialihkan

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria memastikan kebijakan restrukturisasi tidak akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

Seluruh tenaga kerja dari perusahaan terdampak akan dialihkan ke entitas baru hasil penggabungan.

"Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK," tegas Dony dalam keterangan pers yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).

>>> AFTECH Tegaskan Pinjaman Daring Buka Akses Keuangan UMKM

Efisiensi Rp50 Triliun per Tahun

Danantara memproyeksikan penyederhanaan ini mampu memangkas pengeluaran tidak perlu hingga Rp50 triliun per tahun. Evaluasi menunjukkan banyak praktik transaksi berlapis antara induk, anak usaha, hingga unit di bawahnya.

"Selama ini kita membiasakan layering transaction antara induk ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit, yang menyebabkan inefisiensi. Kurang lebih inefisiensinya itu Rp30 triliun," kata Dony.

Contoh integrasi meliputi penggabungan PT Pertamina Patna Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS). Kebijakan serupa juga diterapkan pada proyek jaringan serat optik di Telkom Group.

Jika jumlah perusahaan menyusut menjadi 254 entitas, penghematan puluhan triliun rupiah bisa langsung diperoleh.

>>> Menkomdigi Meutya Hafid: Tata Kelola AI Kunci Cegah Risiko bagi Masyarakat

Saat ini, 52 persen dari total entitas BUMN mengalami kerugian dengan akumulasi mencapai Rp20 triliun.

"Kita hitung, kalau dari perusahaan-perusahaan yang kita streamlining ini, berapa sih biaya tenaga kerjanya setahun? Ternyata cuma Rp2-3 triliun," jelas Dony.

Biaya operasional untuk mempertahankan pekerja dinilai jauh lebih kecil dibandingkan keuntungan dari konsolidasi. Danantara memprioritaskan penyerapan seluruh staf ke perusahaan hasil merger.

>>> Karina dan Winter aespa Dukung Langsung Kemenangan Korea Selatan di Meksiko

"Jadi saya berpikir, kalau gitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun," kata Dony.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru