⌂ Beranda News Toto Alokasikan Mayoritas Belanja Modal demi Bisnis Chip AI

Toto Alokasikan Mayoritas Belanja Modal demi Bisnis Chip AI

Toto Alokasikan Mayoritas Belanja Modal demi Bisnis Chip AI
Ilustrasi chip AI dan komponen keramik Toto
A A Ukuran Teks16px

Produsen saniter asal Jepang, Toto Ltd., memproyeksikan pengeluaran untuk bisnis terkait chip akan mencakup lebih dari separuh total belanja modal dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah ini diambil untuk meraup keuntungan dari lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI).

>>> Catat Lokasi SPKLU di Simalungun untuk Pengisian Daya Mobil Listrik

Perusahaan yang dikenal dengan produk toilet berpemanas dan bidet itu memanfaatkan lonjakan permintaan dari produsen peralatan chip.

Para produsen membutuhkan keahlian keramik Toto yang dirancang khusus menahan partikel kotoran, bahan korosif, serta suhu tinggi.

Kenaikan pengeluaran global untuk AI turut mendongkrak penjualan chuck elektrostatik Toto yang berfungsi menahan wafer silikon selama proses manufaktur chip.

Pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, pengeluaran untuk produk semikonduktor ini baru mencapai 11 persen dari belanja modal.

Saat ini laba dari unit bisnis baru tersebut telah melampaui keuntungan dari bisnis perlengkapan perumahan yang menjadi sektor utamanya.

>>> BEI Imbau Investor Tetap Rasional Hadapi Pelemahan IHSG

Fenomena ini menarik perhatian investor pasar saham AI, termasuk Palliser Capital asal Inggris yang menyurati dewan direksi Toto pada Februari lalu.

Toto kemudian mengalokasikan sekitar 30 miliar yen atau setara 190 juta dolar AS untuk belanja modal tahun fiskal ini guna menggenjot kapasitas produksi chuck elektrostatik.

Respons terhadap dinamika pasar ini disampaikan langsung oleh jajaran manajemen perusahaan.

"Kami akan menyiapkan ekosistem produksi di mana kami dapat merespons permintaan dengan tepat," kata CTO Toto Ryosuke Hayashi.

>>> Mendag Terbitkan Tiga Aturan Teknis Ekspor Satu Pintu Lewat Danantara

Penjualan di sektor ini dipastikan akan tumbuh meskipun margin laba masih dipengaruhi biaya depresiasi peralatan dan nilai tukar mata uang.

Menurut Hayashi, pergeseran rasio pengeluaran operasional dipicu oleh selesainya rencana ekspansi skala besar Toto di Amerika Serikat dan China.

Terkait komunikasi dengan Palliser Capital, juru bicara perusahaan menolak memberikan komentar.

Di sisi lain, peningkatan penggunaan chiplet yang menggabungkan berbagai chip ke dalam satu kemasan diyakini akan menciptakan pasar baru bagi keramik teknik berperforma tinggi.

Perusahaan yang berbasis di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka ini telah masuk ke rantai pasok chip sejak 1980-an lewat pengembangan film deposisi aerosol.

>>> Kaki Menebal Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi yang Jarang Disadari

Analis pasar dari SBI Securities, Koki Takada, menilai bisnis terkait chip milik Toto masih memiliki ruang tumbuh yang besar karena kompleksitas manufaktur yang terus meningkat.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru