⌂ Beranda News TSMC Berencana Naikkan Harga Chip Akibat Lonjakan Permintaan AI
News

TSMC Berencana Naikkan Harga Chip Akibat Lonjakan Permintaan AI

Pabrik TSMC memproduksi chip semikonduktor
Pabrik TSMC memproduksi chip semikonduktor
A A Ukuran Teks16px

Pabrikan semikonduktor kontrak terbesar di dunia, TSMC, memproyeksikan ketidakmampuan memenuhi lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) pelanggan hingga beberapa tahun mendatang.

Lonjakan permintaan ini memicu rencana perusahaan untuk menaikkan harga produk semikonduktor mereka.

Krisis pasokan global terus berlanjut di tengah masifnya pembangunan pusat data AI oleh raksasa teknologi dunia.

Perusahaan seperti Nvidia, Apple, AMD, hingga Broadcom sangat bergantung pada fasilitas produksi TSMC di Taiwan untuk menyuplai perangkat keras mereka.

Kendala Produksi dan Rencana Kenaikan Harga

CEO TSMC, C. C.

Wei, menyampaikan langsung kondisi krisis ekosistem industri tersebut dalam rapat pemegang saham tahunan perusahaan.

Hambatan produksi kini telah meluas dari keterbatasan kapasitas wafer hingga ke rantai pasokan alat, listrik, dan fasilitas pengemasan tingkat lanjut.

"Butuh waktu yang sangat lama sebelum kami bisa memenuhi permintaan pelanggan," ungkap Wei.

Manajemen menyatakan keinginan untuk menyesuaikan tarif pelanggan demi merespons pembengkakan biaya komponen.

Wei memastikan bahwa persentase kenaikan harga dari TSMC tidak akan terjadi secara mendadak atau sedrastis tindakan para produsen memori.

Dampak pengetatan suplai ini telah memicu kelangkaan komponen memori seperti DRAM, NAND, dan HBM di pasar global.

Situasi tersebut mendorong kenaikan harga ritel pada berbagai perangkat elektronik konsumen seperti kartu grafis (GPU) dan laptop.

TSMC telah menempuh langkah mitigasi lewat investasi senilai USD 165 miliar di Amerika Serikat untuk membangun pabrik baru, pusat riset, serta fasilitas pengemasan di Arizona.

Namun, realisasi produksi lokal di wilayah tersebut menghadapi kendala besar berupa keterlambatan izin lingkungan hidup dan kelangkaan tenaga kerja setempat.

Kondisi kelangkaan pasokan diperkirakan bertahan lama selama tren belanja perangkat keras AI global terus meningkat.

Proyeksi krisis chip berdurasi panjang hanya akan berbalik arah jika gelembung tren belanja teknologi AI mendadak pecah dan memicu penurunan permintaan secara instan.

📰 Update Terbaru