Penyidik Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung menggeledah kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Penggeledahan ini terkait dugaan kasus korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
>>> Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Penyidikan menyasar dugaan praktik rasuah pada beberapa pengadaan barang.
Selain itu, penegak hukum juga mengendus adanya praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di lembaga tersebut.
Hingga saat ini, proses penggeledahan masih berlangsung di kantor BGN yang berlokasi di Jakarta Pusat.
Operasi ini dikabarkan akan menyasar pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
>>> IHSG Anjlok 5,65 Persen, Jadi Pelemahan Terdalam di Dunia
Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mochamad Jeffry, belum memberikan jawaban mendalam saat dimintai konfirmasi.
"Nanti kami konfirmasi," kata Jeffry singkat.
Belum ada informasi resmi terkait kemungkinan penjemputan paksa terhadap tiga mantan pimpinan BGN yang baru dicopot Presiden Prabowo Subianto.
Kejaksaan Agung dikabarkan hanya melayangkan surat permohonan pemeriksaan dan mengharapkan kooperatif dari para mantan pejabat itu.
>>> Kelebihan Gula Picu Hiperglikemia dan Beragam Gangguan Kesehatan
Tiga eks pimpinan yang dicopot pada Selasa malam, 2 Juni 2026, meliputi Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Letnan Jenderal (Purnawirawan) Lodewyk Pusung.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa posisi Kepala BGN kini diisi oleh Nanik S. Deyang.
Sementara posisi Wakil Kepala BGN yang baru diamanatkan kepada Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono.
Pergantian ini dilakukan setelah pemerintah melakukan proses pemantauan mendalam terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya.
>>> Mantan ART Erin Beberkan Kronologi Kabur Lewat Pagar Rumah
"Selama kurang lebih 1,5 tahun, melakukan monitoring, evaluasi, maka pada hari ini, Selasa 2 Juni 2026 Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN," ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers.