Gula merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Namun, konsumsi berlebihan tanpa disadari dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Hiperglikemia adalah istilah medis untuk kondisi penumpukan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Jika dibiarkan, risiko penyakit serius seperti diabetes, kerusakan saraf, dan gangguan jantung meningkat.
>>> 9 Jenis Kendaraan Ini Dikenakan Pajak Hanya 0,5% Berdasarkan Perda DKI Jakarta
Banyak orang mengabaikan gejala hiperglikemia karena menganggapnya sebagai keluhan biasa. Padahal, tubuh memberikan sinyal ketika asupan gula sudah melampaui batas normal.
Tanda-Tanda Kelebihan Gula
Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuang kelebihan gula melalui urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat drastis, tubuh kehilangan cairan, dan timbul rasa haus terus-menerus.
Makanan manis memang memberikan energi instan, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Tubuh akan terasa lemas dan mudah lelah setelah lonjakan energi menurun drastis.
>>> Pendaftaran SPMB Jateng 2026 Dibuka Mulai Juni, Ini Panduan Akun dan Aktivasi
Konsumsi gula berlebih juga mengganggu hormon pengatur rasa lapar. Perut cepat terasa kosong, sehingga timbul keinginan kuat untuk terus mengonsumsi camilan manis.
Sisa kalori dari gula yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan sebagai lemak, terutama di area perut. Hal ini memicu kenaikan berat badan secara bertahap.
Kadar gula tinggi memicu peradangan dalam tubuh. Dampaknya meliputi peningkatan produksi minyak, percepatan munculnya kerutan, kulit kusam, dan jerawat.
>>> Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP
Aliran darah dan sistem kekebalan tubuh terganggu akibat gula darah tinggi. Proses regenerasi sel terhambat, sehingga luka kecil pun membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Lonjakan gula darah mendadak juga memengaruhi lensa mata, menyebabkan pandangan kabur atau buram, terutama saat melihat objek pada jarak tertentu.
Produksi air liur terganggu, mengakibatkan mulut kering, lengket, dan bau mulut yang tidak nyaman saat berbicara atau makan.
>>> OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Akibat Konflik AS-Iran
Mengenali gejala-gejala ini penting untuk mencegah dampak jangka panjang dari kelebihan gula. Mengontrol asupan gula harian adalah langkah awal menjaga kesehatan.