Puluhan ribu warga Yahudi ultra-Ortodoks menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Israel pada Selasa, 2 Juni 2026. Mereka menolak undang-undang wajib militer bagi kelompok mereka.
Para demonstran memblokade sejumlah ruas jalan raya dan jalur kereta api. Aksi ini melumpuhkan jalan-jalan tol utama di Yerusalem dan kawasan metropolitan Tel Aviv.
>>> Donald Trump Pangkas Tarif Impor Produk Baja, Aluminium, dan Tembaga
Akibat kerumunan massa, operasional transportasi umum terpaksa berhenti total. Sejumlah demonstran membawa poster berisi kecaman terhadap Israel.
"Kami lebih memilih mati sebagai orang Yahudi daripada hidup sebagai Zionis," kata seorang demonstran. Pesan serupa juga terlihat pada alat peraga lain yang dibawa massa.
>>> Dua Lipa Resmi Menikahi Callum Turner di London
"Kami menolak mengabdi pada tentara demi agama Zionis," ujar demonstran lainnya.
>>> Sensory Play: Melatih Motorik Halus dan Menenangkan Emosi Anak
Latar Belakang Wajib Militer
Dinas militer merupakan kewajiban bagi sebagian besar pria dan wanita Yahudi di Israel. Namun, partai-partai politik ultra-Orthodox berhasil memenangkan dispensasi hukum.
Dispensasi itu memungkinkan para pengikutnya melewatkan wajib militer untuk belajar di seminari keagamaan. Kini, hak istimewa tersebut terancam.
>>> Sabrina Carpenter Ajukan Larangan Mendekat terhadap Penguntit Rumahnya
Militer Israel berencana memperpanjang masa dinas wajib militer. Hal ini disebabkan krisis kelangkaan prajurit akibat perang di berbagai lini.