Kegiatan sensory play kini semakin sering direkomendasikan oleh para pendidik dan pemerhati perkembangan anak. Aktivitas ini dinilai mampu mendukung pertumbuhan fisik sekaligus menjaga kestabilan emosi anak.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa rangsangan sensorik berperan besar dalam melatih koordinasi tubuh. Stimulasi ini secara spesifik berfokus pada keterampilan motorik halus anak.
>>> Dokumen Inggris Ungkap Kritik Peter Mandelson terhadap Keir Starmer
Manfaat untuk Motorik Halus
Anak mempelajari dua jenis kemampuan gerak utama dalam tahap tumbuh kembangnya. Motorik kasar berkaitan dengan penggunaan otot besar untuk berjalan, berlari, atau melompat.
Motorik halus melibatkan koordinasi otot kecil, terutama pada bagian jari dan tangan. Kemampuan ini penting untuk aktivitas sekolah seperti menulis, menggambar, dan membuka tutup botol.
Kemampuan motorik halus juga dibutuhkan untuk mengancingkan baju hingga mengikat tali sepatu. Sensory play membantu perkembangan tersebut karena mendorong anak melakukan gerakan kecil secara berulang.
>>> Samsung Batalkan One UI 8.5 untuk Galaxy Seri Lama
Contoh aktivitasnya meliputi menuang air antar wadah, mengambil benda kecil dengan jari, meronce, menyusun balok, atau membuat kerajinan sederhana.
Kegiatan rumah tangga seperti mencuci sayuran juga efektif melatih koordinasi tangan.
Efek Menenangkan bagi Emosi
Rangsangan sensorik terbukti memiliki efek menenangkan dan membuat anak menjadi lebih rileks. Kondisi ini sering terlihat setelah anak mandi air hangat, bermain air, memeluk selimut, atau beristirahat.
Para ahli menjelaskan bahwa rangsangan sensorik membantu sistem saraf anak mengatur perasaan tidak nyaman. Rasa tidak nyaman tersebut dapat berupa gelisah, bosan, atau terlalu lelah.
>>> ITB Buka SSU Jalur Talenta 2026 Tanpa Ujian Tertulis
Memasukkan sensory play ke dalam rutinitas harian dianggap penting melalui jadwal yang sederhana.
Langkah ini bisa diterapkan lewat aktivitas mandi sebelum tidur dan memberikan waktu bermain bebas dengan bahan aman.
Kegiatan membaca sambil berbaring nyaman atau membelai hewan peliharaan juga dapat membantu menciptakan kondisi emosional yang stabil. Anak yang terbiasa dengan aktivitas ini cenderung lebih mudah menenangkan diri.
>>> MSI Pamerkan Desktop Gaming MEG Vision X2 AI+ dengan Naga Hologram
Praktisi pendidikan anak menyimpulkan bahwa sensory play bukan sekadar hiburan. Aktivitas ini mencakup perkembangan koordinasi, kesiapan sekolah, serta pengelolaan emosi.