⌂ Beranda News Iran Syaratkan Pasukan Israel Mundur demi Perdamaian di Lebanon

Iran Syaratkan Pasukan Israel Mundur demi Perdamaian di Lebanon

Iran Syaratkan Pasukan Israel Mundur demi Perdamaian di Lebanon
Bendera Iran dan Israel dengan latar peta Lebanon
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Iran menegaskan tuntutan penarikan tentara Israel dari kawasan selatan Lebanon sebagai syarat mutlak untuk mewujudkan kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.

Sikap Teheran ini mempersulit negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berjalan selama empat bulan.

>>> Cara Klaim DANA Kaget Terbaru Hari Ini, Saldo Gratis Cair Instan

Pernyataan Pejabat Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan bahwa konflik bersenjata tidak akan usai sebelum eskalasi militer di Lebanon dihentikan.

"Berakhirnya perang di Lebanon harus disertai dengan penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka duduki," tegas Araqchi.

Pernyataan tersebut mengemuka setelah pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak draf gencatan senjata usulan Amerika Serikat. Qassem merasa diabaikan dalam perundingan.

>>> Kemendikdasmen Cairkan Dana PIP 2026 Secara Bertahap Lewat SIPINTAR

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengingatkan Israel terkait risiko memperpanjang ancaman serangan ke kota Beirut. "Lebanon akan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjanjian apa pun," ujar Rezaei.

Situasi di Lapangan

Militer Israel tetap melancarkan gempuran di Lebanon selatan dan menolak opsi penarikan pasukan maupun penghentian operasi militer.

Bentrokan bersenjata meluas di Gaza, Kuwait, wilayah utara Israel, hingga sempat memicu baku tembak antara pasukan Iran dan Amerika Serikat pada Rabu (3/6/2026).

Konflik yang bermula sejak akhir Februari 2026 ini berimbas pada pembatasan lalu lintas kapal tanker oleh Iran di Selat Hormuz.

>>> Menteri Keuangan Ungkap Penyebab Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok

Selat tersebut menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Dampak ekonomi global memicu peringatan dari World Food Programme PBB mengenai ancaman krisis pangan akibat lonjakan ongkos bahan bakar dan transportasi.

Negosiasi Berlanjut

Meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya kemajuan dialog, bentrokan bersenjata tetap berlangsung.

>>> Menkeu Purbaya Bantah Isu Sell Indonesia, Tegaskan Ekonomi Tetap Kuat

Saat ini, Amerika Serikat dan Iran masih mengupayakan negosiasi tidak langsung terkait pencabutan sanksi ekspor minyak. Pembahasan program nuklir Iran ditangguhkan untuk tahap berikutnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru