⌂ Beranda News Uni Eropa Desak Israel Hentikan Operasi Militer di Lebanon
News

Uni Eropa Desak Israel Hentikan Operasi Militer di Lebanon

Juru Bicara Uni Eropa dalam konferensi pers
Juru Bicara Uni Eropa dalam konferensi pers
A A Ukuran Teks16px

Uni Eropa secara resmi mendesak Israel untuk segera menghentikan peningkatan operasi militer di Lebanon. Seruan ini disampaikan pada Senin, 1 Juni 2026, di Brussels.

Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Anouar El Anouni, menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon.

Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers.

Blok tersebut mendorong agar jalur negosiasi ditempuh demi mencapai stabilitas jangka panjang.

"Kami mendukung keterlibatan berkelanjutan dalam proses diplomatik yang bertujuan menciptakan jalan menuju perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan bagi kedua pihak," ujar El Anouni.

Dampak Kemanusiaan dan Hak Warga Sipil

El Anouni menyoroti dampak kemanusiaan yang sangat besar akibat konflik berkepanjangan. Menurutnya, warga sipil Lebanon tidak menginginkan perang dan tidak sepatutnya menjadi korban.

Uni Eropa juga menekankan bahwa warga di Lebanon maupun Israel memiliki hak yang sama untuk hidup aman, damai, dan bermartabat.

Hak tersebut harus bebas dari ancaman kekerasan atau eskalasi militer.

Selain menyerukan penghentian konflik, Uni Eropa saat ini mengevaluasi kemungkinan pembentukan misi baru di Lebanon.

Evaluasi ini dilakukan menjelang berakhirnya mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada akhir 2026.

Misi baru tersebut bertujuan membantu pemerintah Lebanon memperkuat kontrol negara. Diharapkan juga dapat meningkatkan stabilitas keamanan, khususnya di Lebanon selatan.

Berdasarkan data Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon, serangan sejak 2 Maret telah menimbulkan korban jiwa besar.

Lebih dari 3.400 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 10.200 orang luka-luka.

📰 Update Terbaru