Kekhawatiran masyarakat tentang hilangnya nutrisi pada susu setelah pemanasan sering muncul, terutama untuk produk susu UHT. Pakar peternakan memberikan penjelasan langsung mengenai hal ini.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Dr Epi Taufik, S. Pt.
>>> Pemerintah Salurkan PIP 2026 untuk Siswa SD hingga SMA, Cek Besaran dan Cara Daftar
, MVPH., M. Si.
, menegaskan bahwa proses pemanasan pada susu UHT tidak serta-merta merusak kandungan gizi di dalamnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara "Frisian Flag Temani Langkahmu, Kini dan Nanti" pada Minggu (31/5/2026).
Menurut beliau, pemrosesan UHT menerapkan suhu tinggi namun dalam durasi yang amat singkat.
Masyarakat sering mengasumsikan pengolahan susu UHT dilakukan dengan memasak langsung di atas api dalam waktu lama. Metode industri justru sangat berbeda.
Sistem pengolahan di industri memanfaatkan uap panas atau steam yang dialirkan pada bagian luar pipa tempat susu mengalir.
Cairan susu tidak pernah bersentuhan langsung dengan sumber panas api.
>>> Saham BREN Bangkit ke Peringkat Empat Besar Kapitalisasi Pasar BEI
"UHT itu pemanasan tidak langsung pakai api.
Ada uap panas yang suhunya bisa mencapai sekitar 140 derajat Celsius, lalu susu dilewatkan di dalam pipa hanya beberapa detik," kata Prof Epi.
Durasi pemanasan susu pada suhu 130 hingga 140 derajat Celsius hanya berlangsung 2 sampai 4 detik.
Waktu yang sangat singkat ini menjadi faktor utama mengapa kerusakan zat gizi dapat ditekan seminimal mungkin.
Prinsip dasar pengolahan susu bertumpu pada keseimbangan antara suhu dan durasi. Kombinasi yang akurat mampu mematikan mikroorganisme berbahaya tanpa mengubah komposisi nutrisi secara masif.
Dampak Suhu Tinggi terhadap Kandungan Nutrisi Utama
Meskipun beberapa jenis vitamin sensitif terhadap panas, tingkat penurunan kadarnya dinilai relatif kecil. "Vitamin yang rentan panas mungkin sedikit menurun.
Itu pasti. Sedikit," ujar Prof Epi.
>>> Kader PKK Desa Perante Integrasikan Penanganan Stunting dan Tuberkulosis
Struktur protein, lemak, serta sebagian besar unsur hara makro tidak mengalami transformasi signifikan akibat perlakuan UHT. Produk susu ini tetap menjadi sumber asupan gizi yang bermutu.
"Walaupun dengan panas tinggi, kandungan gizi susu UHT relatif tidak berubah, karena panasnya bukan oleh api langsung dan waktunya sangat singkat," tutur Prof Epi.
Suhu tinggi dalam sistem UHT tidak dapat dipisahkan dari durasi pemrosesan. Efek pemanasan singkat selama beberapa detik berbeda total dengan proses perebusan yang memakan waktu lama.
Petunjuk Konsumsi dan Penyimpanan Susu UHT
Susu UHT sudah siap langsung dikonsumsi setelah kemasannya dibuka. Produk telah melewati tahap sterilisasi dan dikemas secara aseptik.
Menurut Prof Epi, konsumen tidak perlu merebus atau memanaskan ulang susu UHT. "Sudah steril, mau diapakan lagi?
Tidak perlu dipanaskan lagi," ujar Prof Epi.
Namun, bagi yang ingin susu hangat, proses penghangatan singkat diperbolehkan. "Kalau ingin susu hangat, pakai microwave sebentar boleh," kata Prof Epi.
>>> Danantara Godok Harga Ekspor SDA Bersama Pengusaha
Setelah kemasan terbuka, susu UHT harus segera disimpan di lemari es untuk menghindari kontaminasi lingkungan yang dapat menurunkan mutu susu.