⌂ Beranda News IPB University Ingatkan Pentingnya Pilih Hewan Kurban Bebas Zoonosis

IPB University Ingatkan Pentingnya Pilih Hewan Kurban Bebas Zoonosis

IPB University Ingatkan Pentingnya Pilih Hewan Kurban Bebas Zoonosis
Ilustrasi hewan kurban sapi yang sehat
A A Ukuran Teks16px

Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Herwin Pisestyani, mengimbau masyarakat agar cermat dalam memilih hewan kurban.

Hal ini penting untuk mencegah risiko penularan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

>>> Mencuci Daging Kurban untuk Sate Ternyata Picu Risiko Kesehatan

Pemilihan hewan kurban yang sehat sangat krusial, baik dari sisi syariat Islam maupun kesehatan masyarakat. Hewan seperti sapi, kambing, dan domba rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk zoonosis.

Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah orf, yaitu penyakit kulit akibat virus pox. Gejalanya berupa keropeng dan penebalan kulit di sekitar mulut, hidung, kaki, dan puting susu.

Penularan ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan kulit hewan yang sakit, terutama jika ada luka terbuka.

Penyakit lain adalah skabies yang disebabkan tungau Psoroptes bovis dan Sarcoptes scabiei. Hewan yang terinfeksi menunjukkan gejala gatal, bulu kusam, dan kerak pada kulit.

>>> CBP AS Cairkan Rp366 Triliun dan Akui Kesalahan Data Klaim

Tuberkulosis hewan akibat bakteri Mycobacterium bovis juga mengancam. Penularan bisa melalui udara yang tercemar atau konsumsi susu mentah.

Herwin menjelaskan bahwa penularan terjadi jika menghirup debu atau tetesan dari hewan terinfeksi, atau melalui luka kulit.

Selain zoonosis, ada penyakit menular antarhewan seperti pink eye, septicaemia epizootica, hepatic fascioliasis, diare, PMK, dan lumpy skin disease yang merugikan ekonomi.

>>> Gereja Katedral dan Hotel Borobudur Sumbang Sapi Kurban ke Istiqlal

Ciri hewan kurban sehat meliputi tubuh tegap, mata cerah, bulu bersih, respons baik terhadap lingkungan, dan nafsu makan normal.

Hewan tidak boleh cacat fisik seperti tanduk patah, telinga robek, atau ekor putus. Usia ideal ditandai dengan pergantian gigi permanen.

Panitia kurban disarankan memastikan setiap hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait.

Hewan harus ditempatkan di kandang layak, diberi pakan dan minum cukup, serta dipuasakan 12 jam sebelum disembelih dengan tetap diberi air minum.

>>> BYD Kenalkan Teknologi Hybrid Dual Mode dan Siapkan Produksi Lokal

Jika ditemukan hewan sakit atau mati mendadak, panitia harus segera melapor ke petugas kesehatan hewan. Penanganan dini diharapkan meminimalkan risiko penularan penyakit.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru