⌂ Beranda News Saham BREN Bangkit ke Peringkat Empat Besar Kapitalisasi Pasar BEI
News

Saham BREN Bangkit ke Peringkat Empat Besar Kapitalisasi Pasar BEI

Grafik saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di Bursa Efek Indonesia
Grafik saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di Bursa Efek Indonesia
A A Ukuran Teks16px

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil menempati peringkat keempat dalam jajaran saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai kapitalisasi pasar BREN melonjak hingga mencapai Rp441 triliun.

Pencapaian ini menempatkan BREN tepat di bawah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di peringkat ketiga dengan nilai Rp443 triliun.

Sementara itu, posisi puncak masih dipegang oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi pasar Rp696 triliun.

Persaingan Ketat di Sepuluh Besar

Konfigurasi sepuluh besar emiten dengan kapitalisasi pasar tertinggi di bursa domestik menunjukkan persaingan ketat di sektor perbankan, infrastruktur, dan energi.

Berikut daftar Top 10 saham kapitalisasi pasar terbesar di BEI hingga 29 Mei 2026:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp696 triliun
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII): Rp465 triliun
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp443 triliun
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp441 triliun
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp377 triliun
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA): Rp330 triliun
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Rp328 triliun
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp300 triliun
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp239 triliun
  • PT Astra International Tbk (ASII): Rp202 triliun

Menanggapi dinamika tersebut, Henan Putihrai Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BREN dengan target harga Rp3.890 per lembar.

Dalam laporan riset bertajuk "BREN: Indonesia's Largest Geothermal Player", Tim Riset Henan Sekuritas memuat analisis komprehensif mengenai posisi strategis perseroan di lanskap energi terbarukan nasional.

Entitas afiliasi Barito Group ini mengoperasikan kapasitas pembangkit panas bumi sebesar 910 MW di Jawa Barat, setara dengan 38 persen pangsa pasar nasional.

Ekspansi kapasitas operasional perseroan diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai target sekitar 2,3 GW sampai 2,8 GW pada tahun 2032.

📰 Update Terbaru