⌂ Beranda News Dokter Gizi Soroti Ketimpangan Nutrisi pada Nasi Goreng

Dokter Gizi Soroti Ketimpangan Nutrisi pada Nasi Goreng

Dokter Gizi Soroti Ketimpangan Nutrisi pada Nasi Goreng
Nasi goreng dengan telur ceplok dan tempe orek
A A Ukuran Teks16px

Dokter spesialis gizi klinik mempertanyakan kecukupan nutrisi pada menu nasi goreng yang umumnya didominasi karbohidrat. Persoalan ini dibahas dalam sebuah acara bincang-bincang pada Jumat (29/5/2026).

Penyajian nasi goreng pada umumnya hanya dilengkapi dengan sebutir telur ceplok serta dua hingga tiga sendok makan tempe orek.

>>> Kegagalan Moderasi AI Meta Picu Migrasi Massal Kreator ke Platform X

Komposisi tersebut dinilai belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara ideal.

Pentingnya Komposisi, Bukan Sekadar Jumlah

Pakar gizi klinik dr Diana Felicia Suganda, M. Kes, SpGK menjelaskan bahwa aspek terpenting dalam nutrisi adalah ketepatan komposisinya.

"Kalau kita ngomong nutrisi, yang penting bukan cuma dari sisi jumlahnya, tapi komposisinya," kata dr Diana.

Menurut dr Diana, menu sehat idealnya mencakup zat gizi makro dan mikro. Kebutuhan makronutrien meliputi karbohidrat, protein, dan lemak sehat.

>>> Praktisi Soroti Kemampuan Danantara Kelola Ekspor Batu Bara Satu Pintu

"Karbohidrat, protein, dan juga lemak (lemak sehat tentunya). Harus ada tuh," jelas dr Diana.

Selain itu, tubuh juga memerlukan mikronutrien untuk mendukung fungsi organ normal. Pemenuhan zat gizi mikro ini sering terabaikan meskipun kebutuhan hanya dalam hitungan miligram.

"Nah ini yang kita suka miss," kata dr Diana.

>>> Mitsubishi Motors Pastikan All New Pajero Debut Global Musim Gugur 2026

Kualitas tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh nutrisi ibu sejak kehamilan. Asupan nutrisi saat mengandung menentukan perkembangan kecerdasan serta aspek psikososial anak.

"Sepenting itu peran nutrisi.

Apa yang si ibu makan akan menjadikan kualitas si anak, nentuin IQ-nya, nentuin EQ-nya, menentukan sisi psikososial, semua itu bahkan sejak di kandungan," jelas dr Diana.

Masyarakat sering kali mengonsumsi karbohidrat berlebih demi rasa kenyang. Sementara itu, protein yang berperan krusial bagi tubuh justru sering dijadikan pelengkap.

>>> Rudal Buatan China Diduga Jatuhkan Pesawat Tempur F-15 AS di Iran

"Padahal kalau kita ngomong building blocks untuk sel-sel, semua itu adalah protein. Itu yang kadang suka dilupakan," tegas dr Diana.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru