⌂ Beranda News Perbandingan Gizi Keju Cheddar, Mozzarella, dan Parmesan

Perbandingan Gizi Keju Cheddar, Mozzarella, dan Parmesan

Perbandingan Gizi Keju Cheddar, Mozzarella, dan Parmesan
Tiga jenis keju: cheddar, mozzarella, dan parmesan
A A Ukuran Teks16px

Keju merupakan bahan makanan populer yang digunakan sebagai isian roti, topping pizza, hingga campuran hidangan.

Selain rasanya gurih, produk olahan susu ini dikenal sebagai sumber protein, kalsium, dan zat gizi penting lainnya.

>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter per 10 Juni 2026

Namun, tidak semua jenis keju memiliki kandungan gizi yang sama. Perbedaan bahan baku, proses pembuatan, dan lama pematangan memengaruhi kadar protein, lemak, natrium, serta mineral di dalamnya.

Dilansir dari Detik Health, tidak ada satu jenis keju yang bisa disebut paling sehat untuk semua orang.

Pilihan keju yang tepat bergantung pada kebutuhan masing-masing individu, seperti membatasi lemak jenuh atau meningkatkan asupan kalsium.

Para ahli umumnya menilai kualitas gizi keju dari komponen utama. Komponen tersebut meliputi kandungan protein, kalsium, lemak jenuh, natrium, serta tingkat pemrosesan produk.

Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Kalsium diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Menurut National Institutes of Health (NIH), sekitar 99 persen kalsium dalam tubuh tersimpan di tulang dan gigi. Di sisi lain, kandungan lemak jenuh juga perlu diperhatikan oleh konsumen.

WHO menyarankan agar asupan lemak jenuh dibatasi hingga kurang dari 10 persen total energi harian. Hal ini untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular.

Garam atau natrium juga menjadi perhatian karena berfungsi membentuk tekstur, cita rasa, dan memperpanjang masa simpan.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Mesin Cuci Sharp hingga Rp4 Juta

Sebuah tinjauan dalam Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety menjelaskan bahwa proses tersebut membuat banyak keju mengandung natrium tinggi.

Faktor terakhir yang dipertimbangkan adalah tingkat pemrosesan.

Keju alami dibuat melalui proses sederhana dari susu yang difermentasi, sedangkan keju olahan mengandung tambahan bahan lain seperti garam pengemulsi.

Perbandingan Nutrisi Tiga Jenis Keju

Berdasarkan data USDA FoodData Central, setiap 100 gram mozzarella susu penuh mengandung sekitar 300 kalori, 22,2 gram protein, dan 22,4 gram lemak.

Mozzarella sering dipilih karena memiliki kalori dan lemak yang relatif lebih rendah.

Mozzarella memiliki kadar air yang lebih tinggi dibandingkan cheddar dan parmesan.

Hal ini membuat kandungan energi dan lemaknya cenderung lebih rendah per berat yang sama, meski tetap mengandung lemak jenuh dan natrium.

>>> Evaluasi MSCI dan FTSE Russell Jadi Sorotan Pelaku Pasar Modal Indonesia

Sementara itu, keju cheddar termasuk salah satu jenis yang paling padat gizi.

Data USDA menunjukkan bahwa setiap 100 gram cheddar mengandung sekitar 25 gram protein, 710 mg kalsium, dan 33 gram lemak.

Kandungan protein dan kalsium yang tinggi pada cheddar membantu memenuhi kebutuhan nutrisi otot dan tulang.

Namun, proses pematangannya membuat cheddar memiliki lemak jenuh dan natrium yang relatif lebih tinggi dibanding keju segar.

Jenis lainnya adalah parmesan yang memiliki kepadatan gizi sangat tinggi.

Berdasarkan data USDA FoodData Central, setiap 100 gram parmesan mengandung sekitar 35,8 gram protein dan 1.184 mg kalsium.

Tingginya nutrisi ini berkaitan dengan proses pematangan yang panjang yang mengurangi kadar air.

Kebutuhan kalsium orang dewasa usia 19-50 tahun adalah sekitar 1.000 mg per hari menurut National Institutes of Health (NIH).

>>> IBM Indonesia Dorong Perusahaan Jadikan AI Inti Operasional Bisnis

Konsumsi 100 gram parmesan dapat memenuhi seluruh kebutuhan kalsium harian tersebut. Namun, karena kandungan natriumnya relatif tinggi, parmesan umumnya dikonsumsi dalam porsi kecil sebagai taburan pelengkap hidangan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru