Kebutuhan gizi anak tidak hanya dinilai dari kuantitas makanan, tetapi juga kualitas nutrisi yang diterima setiap hari.
Anak yang aktif belajar, bermain, dan berolahraga membutuhkan asupan gizi cukup agar tubuh bertenaga dan berkembang optimal.
>>> Sony Luncurkan Headphone Premium 1000X The Collexion di Indonesia
Ahli Gizi sekaligus Founder Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, menjelaskan bahwa kebutuhan energi setiap anak berbeda-beda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor usia dan jenis kelamin.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak usia 6-9 tahun memerlukan energi sekitar 1.400 hingga 1.650 kilokalori per hari.
Saat memasuki usia 10-15 tahun, kebutuhan energi melonjak menjadi 2.000 hingga 2.400 kilokalori per hari karena aktivitas bertambah dan fase pertumbuhan lebih cepat.
"Kebutuhan energi anak harus dipenuhi melalui asupan yang beragam dan seimbang agar dapat mendukung tumbuh kembang serta aktivitas hariannya," ujar Esti.
Energi yang dibutuhkan anak idealnya bersumber dari berbagai zat gizi penting, seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
>>> EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile 13 Juni 2026, Klaim Hadiah Gratis
Karbohidrat berperan sebagai bahan bakar utama untuk pergerakan tubuh. Protein mendukung pertumbuhan dan memperbaiki jaringan tubuh.
Lemak sehat penting untuk perkembangan otak dan penyerapan vitamin. Vitamin dan mineral menjaga daya tahan tubuh, konsentrasi, dan fungsi organ.
"Anak membutuhkan asupan yang lengkap dan seimbang, bukan hanya sekadar merasa kenyang," jelasnya.
Pemenuhan gizi yang tepat berdampak besar pada kemampuan anak dalam belajar, bermain, dan berolahraga.
Anak dengan asupan energi memadai cenderung memiliki konsentrasi lebih baik, aktif bergerak, dan tidak cepat lelah.
Untuk melengkapi kebutuhan harian, minuman bergizi dapat menjadi pilihan pendamping makanan utama.
>>> Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1 di Laga Perdana Grup D Copa del Mundo 2026
Minuman yang mengandung susu sapi asli, vitamin B, malt, dan zat besi bisa membantu menyempurnakan pola makan seimbang.
"Ketika kebutuhan energi dan gizinya terpenuhi dengan baik, anak akan lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung proses tumbuh kembangnya secara optimal," terang Esti.
Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, menambahkan bahwa anak-anak membutuhkan kombinasi energi dan nutrisi yang seimbang.
Kombinasi zat aktif seperti susu sapi asli, vitamin B, malt, dan zat besi sangat membantu mendukung aktivitas fisik, konsentrasi, dan perkembangan anak secara menyeluruh.
"Kami ingin membantu orang tua memahami bahwa anak membutuhkan energi yang tepat agar bisa tumbuh, aktif, dan fokus setiap hari," kata Alaa.
>>> Gol Perdana Mauricio Warnai Kekalahan Paraguay dari AS di Piala Dunia 2026
Orang tua diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli produk makanan atau minuman. Membiasakan diri membaca informasi nilai gizi dan daftar komposisi pada kemasan produk menjadi hal yang penting.