Pemerintah memberikan kepastian bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan.
Keputusan ini diambil di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
>>> Polisi Selidiki Penyebab Kematian Satu Keluarga di Tenda Glamping Temanggung
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan bahwa harga BBM subsidi stabil hingga akhir tahun.
Hal ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lonjakan harga energi.
"Untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan (tidak naik hingga akhir tahun)," ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Sabtu, 30 Mei 2026, seperti dilansir Antara.
Kekhawatiran muncul karena Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan energi nasional. Biaya impor berpotensi membengkak saat dolar menguat, namun pemerintah memastikan harga subsidi tetap terjaga.
>>> Bocoran Casing iPhone Ultra: Desain Lipat Mirip iPad Mini
Pasokan BBM Subsidi Aman
Kementerian ESDM juga memastikan pasokan BBM subsidi dalam kondisi aman. Stok operasional saat ini berada di atas ambang batas cadangan minimal nasional yang ditetapkan sekitar 23 hari.
"Misalkan untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal," kata Yuliot.
Kelancaran pasokan tidak hanya berlaku untuk BBM subsidi. Yuliot menambahkan bahwa ketersediaan BBM nonsubsidi juga mencukupi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia.
>>> PDI Perjuangan Lantik Pengurus PAC di Probolinggo dan Kota Batu
Untuk mengantisipasi dampak jangka panjang pelemahan rupiah, pemerintah menyiapkan langkah strategis. Fokus utama adalah menggenjot sektor hulu dan hilir migas dalam negeri.
Upaya tersebut meliputi peningkatan volume produksi minyak mentah domestik. Selain itu, optimalisasi fasilitas kilang minyak terus ditingkatkan agar dapat mengolah pasokan secara mandiri.
"Produksi di dalam negeri kami dorong untuk peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kami sudah siapkan," ujar Yuliot.
Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tercatat Rp17.877 per dolar pada Jumat lalu.
>>> Rebalancing MSCI Picu Aksi Jual Saham Big Cap Rp2,44 Triliun
Meski demikian, harga BBM subsidi dipastikan tidak berubah.