PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax series, mengikuti mekanisme pasar dan formula pemerintah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan penyesuaian harga dilakukan secara berkala setiap bulan.
>>> Peningkatan Kualitas Guru Kunci Pengenalan AI Sejak Usia Dini
“BBM nonsubsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi,” ujarnya.
Skema ini selaras dengan ketetapan pemerintah yang memosisikan Pertamax sebagai produk komersial. Fluktuasi parameter pasar global menjadi acuan utama dalam menentukan nilai jual.
Berbeda dengan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, harga Pertamax tidak dikendalikan penuh oleh pemerintah.
>>> Tips Lolos Final Test Beasiswa OSC 2026 dari Medcom
Pertamina mengkaji ulang indikator keekonomian setiap bulan agar harga tetap mencerminkan realitas pasar energi global.
“Pada prinsipnya, harga BBM nonsubsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” kata Roberth.
Gejolak geopolitik dunia saat ini memicu lonjakan harga minyak internasional. Namun, intervensi pemerintah tetap berjalan untuk mengendalikan nilai jual Pertamax series agar tidak melonjak terlalu tajam.
Sebagai contoh, penyesuaian harga pada Juni 2025 dilakukan dengan mempertimbangkan pergerakan pasar internasional dan daya beli domestik.
>>> Ditjen Pajak Catat Penerimaan Neto Rp940,31 Triliun hingga Juni 2026
Pertamina membatasi kenaikan hanya sebesar 50 persen dari selisih harga pasar. Dengan formulasi tersebut, harga Pertamax diklaim masih lebih kompetitif dibandingkan produk sejenis di negara-negara ASEAN.
Langkah ini diharapkan memperkuat daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi nasional.
“Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
>>> AS-Iran Damai, Pasokan Bahan Baku Plastik RI Dipastikan Aman
Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina yaitu Pertamina Customer Solution 135 agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat,” ujar Roberth.