⌂ Beranda News Kementerian ESDM Pastikan Biosolar B50 Aman untuk Kendaraan Diesel

Kementerian ESDM Pastikan Biosolar B50 Aman untuk Kendaraan Diesel

Kementerian ESDM Pastikan Biosolar B50 Aman untuk Kendaraan Diesel
Ilustrasi mobil menyalakan lampu hazard saat hujan deras
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin penggunaan bahan bakar Biosolar B50 aman untuk kendaraan bermesin diesel.

Kebijakan implementasi biodiesel baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

>>> Peningkatan Kualitas Guru Kunci Pengenalan AI Sejak Usia Dini

Kepastian tersebut diperoleh setelah melewati serangkaian pengujian intensif. Bahan bakar ini telah melalui uji laboratorium serta uji jalan di enam sektor berbeda sejak Desember 2025.

Uji Coba di Enam Sektor

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan secara menyeluruh.

Prosesnya berawal dari uji teknis laboratorium pada awal tahun 2025.

Sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama dalam pengujian ini. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan implementasi B50 melalui uji jalan pada kondisi operasional sehari-hari.

Selain otomotif, uji coba juga dilakukan serentak di sektor angkutan laut, mesin dan alat pertanian, alat berat tambang, kereta api, serta pembangkit listrik.

>>> Tips Lolos Final Test Beasiswa OSC 2026 dari Medcom

"Awal 2025 kita sudah melakukan uji teknis laboratorium dan sudah selesai di pertengahan tahun lalu. Lalu kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor.

Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, lalu pembangkit, satu lagi kereta. Nah itu serentak dilakukan mulai tanggal 9 Desember 2025," ujar Eniya melalui keterangan resminya.

Eniya menambahkan bahwa seluruh proses uji dijalankan bertahap dan terukur. Pengujian tersebut mencakup berbagai jenis kendaraan dan kondisi operasional demi menjaga standar teknis, keandalan, serta keselamatan.

Setelah fase uji jalan selesai, pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan pada komponen kendaraan. Hal ini bertujuan untuk melihat dampak langsung dari penggunaan bahan bakar B50 terhadap performa mesin.

>>> Ditjen Pajak Catat Penerimaan Neto Rp940,31 Triliun hingga Juni 2026

"Bulan Mei semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50.000 km. Setelah selesai 50.000 km, nanti ada pengecekan semua engine.

Untuk kendaraan di atas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak tempuh 40.000 km," tambah Eniya.

Data hingga April 2026 menunjukkan hasil yang positif pada performa kendaraan. Penggunaan B50 pada kendaraan diesel dipastikan berada dalam kondisi aman tanpa temuan kendala signifikan.

Kendaraan dengan kategori di atas 3,5 ton telah menyelesaikan target jarak tempuh 40.000 km.

Sementara itu, kendaraan di bawah 3,5 ton telah mencapai 40.000 km dari target total 50.000 km.

>>> AS-Iran Damai, Pasokan Bahan Baku Plastik RI Dipastikan Aman

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi mesin dan filter bahan bakar masih dalam kategori baik. Seluruh komponen tersebut juga dilaporkan tetap berada dalam batas standar yang direkomendasikan oleh pabrikan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru