⌂ Beranda News Perang Timur Tengah Pangkas Pendapatan Iran dan Dongkrak Harga BBM AS

Perang Timur Tengah Pangkas Pendapatan Iran dan Dongkrak Harga BBM AS

Perang Timur Tengah Pangkas Pendapatan Iran dan Dongkrak Harga BBM AS
Ilustrasi konflik Timur Tengah dan dampak pada harga minyak
A A Ukuran Teks16px

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan dampak besar konflik bersenjata di Timur Tengah terhadap Iran dan Amerika Serikat.

Konfrontasi ini memangkas pendapatan sektor energi Iran dan memicu lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di AS.

>>> Yield Surat Utang Negara 17 Juni 2026 Turun Signifikan, Tenor 10 Tahun ke 6,88%

Pendapatan Iran Terhenti Akibat Blokade

Anggota DEN Firman Hidayat menyatakan bahwa Iran kehilangan pendapatan sekitar US$500 juta per hari.

Jumlah tersebut setara dengan Rp8,87 triliun dengan asumsi kurs Rp17.741 per dolar AS.

Kerugian ini terjadi setelah pengiriman minyak mentah Iran lumpuh total akibat perselisihan dengan AS.

>>> IHSG Rebound Dongkrak Kekayaan Pengusaha Terkaya Indonesia

"Iran yang tadinya bisa kirim oil-nya, mereka dapet revenue, sekarang akhirnya US$500 juta per day revenue-nya Iran itu stop karena US juga blockade," kata Firman.

Blokade AS menghentikan total aktivitas produksi minyak dan gas Iran karena jalur pengiriman tersumbat.

Selain blokade terbaru, Iran masih menghadapi sanksi ekonomi dan embargo yang telah berlangsung selama 47 tahun.

Harga BBM AS Melonjak, Approval Rating Trump Anjlok

Di sisi lain, AS mengalami lonjakan harga BBM hingga US$4,5 per galon atau sekitar Rp79.776.

>>> PPATK Ajukan Tambahan Anggaran Rp 516,4 Miliar untuk 2027

Akibat tingginya harga bahan bakar, tingkat penerimaan atau approval rating Donald Trump merosot ke level terendah.

Kondisi domestik ini menekan prospek kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS November mendatang.

Berdasarkan data platform Polymarket, probabilitas partai tersebut sudah jatuh di bawah 50 persen.

>>> BP BUMN Rampingkan 216 Entitas Perusahaan Negara

"Ini yang kemudian mendorong Trump harus selesaikan perangnya sebelum bulan Agustus," ujar Firman.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru