⌂ Beranda News Rebalancing MSCI Picu Aksi Jual Saham Big Cap Rp2,44 Triliun

Rebalancing MSCI Picu Aksi Jual Saham Big Cap Rp2,44 Triliun

Rebalancing MSCI Picu Aksi Jual Saham Big Cap Rp2,44 Triliun
Ilustrasi rebalancing MSCI picu aksi jual saham big cap
A A Ukuran Teks16px

Efektifnya rebalancing indeks MSCI pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) memicu arus keluar dana asing jumbo dari sejumlah saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar mencapai Rp2,44 triliun.

>>> Jasa Marga Catat 469 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang

Harga sahamnya turun 10,75 persen ke level Rp1.785 per unit.

Di posisi berikutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat aksi jual asing Rp2,24 triliun dengan koreksi harga 3,39 persen ke posisi Rp5.700 per unit.

Arus keluar dana asing yang besar juga melanda PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp1,99 triliun.

Meski demikian, harga sahamnya justru melonjak 13,79 persen ke level Rp3.300 per unit.

Tekanan jual berlanjut pada saham perbankan besar lainnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net sell Rp855,37 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp813,26 miliar.

Aksi lepas saham oleh investor asing turut menyasar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan net sell Rp635,46 miliar.

>>> Analis Wall Street Prediksi Harga Emas Menguat Pekan Depan

Koreksi terdalam terjadi pada saham ini, yakni 19,30 persen ke level Rp1.150 per unit.

Sebaliknya, beberapa emiten yang keluar dari indeks MSCI tetap mencatatkan kenaikan harga.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 34,69 persen ke Rp3.300 meski membukukan net sell Rp532,07 miliar.

Tren serupa terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan net sell Rp266,64 miliar tetapi harga saham naik 22,33 persen.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami net sell Rp235,46 miliar dengan kenaikan harga 20,87 persen.

Penurunan harga saham juga dialami PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) sebesar 6,15 persen dengan net sell Rp373,80 miliar.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 9,72 persen dengan net sell Rp340,72 miliar.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, penyesuaian portofolio investor global ini dipicu oleh keluarnya AMMN, BREN, TPIA, CUAN, dan DSSA dari MSCI Global Standard Index.

>>> 9 Barang Kecil di Rumah yang Menunjukkan Seseorang Berhati Baik

Sementara itu, AMRT turun kelas ke MSCI Small Cap Index, sedangkan ANTM bersama sejumlah emiten lain didepak dari MSCI Small Cap Index.

Derasnya arus keluar dana asing pada saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI diduga berkaitan dengan pengurangan bobot atau downweight dalam indeks MSCI.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,05 persen ke level 6.127,38 setelah sempat menguat hingga posisi 6.230.

Koreksi pasar dinilai relatif terbatas karena pelaku pasar telah mengantisipasi dampak rebalancing sejak jauh hari.

Sentimen positif dari penguatan mayoritas bursa Asia berkat kenaikan saham teknologi di Wall Street turut meredam kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan militer AS-Iran.

Kondisi pasar saham juga ditopang oleh pelemahan harga minyak mentah dunia.

Meskipun demikian, nilai tukar rupiah di pasar spot terus merosot dan ditutup pada posisi terendahnya di level Rp17.881 per USD.

>>> Keamanan Data Biometrik untuk Aktivasi Nomor HP: Tidak Disimpan Operator

Secara sektoral, saham kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,49 persen. Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi penopang utama indeks setelah menguat 2,89 persen.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru