⌂ Beranda News Keraton Kasunanan Surakarta Gelar Grebeg Besar Kedua oleh Kubu PB XIV Mangkubumi

Keraton Kasunanan Surakarta Gelar Grebeg Besar Kedua oleh Kubu PB XIV Mangkubumi

Keraton Kasunanan Surakarta Gelar Grebeg Besar Kedua oleh Kubu PB XIV Mangkubumi
Suasana Grebeg Besar di Keraton Kasunanan Surakarta dengan gunungan diperebutkan warga
A A Ukuran Teks16px

Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo kembali menggelar upacara adat Grebeg Besar. Acara untuk menyambut Hari Raya Kurban ini dilaksanakan oleh kubu Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi.

Prosesi ini menjadi Grebeg Besar kedua yang digelar di Keraton Solo pada perayaan Idul Adha kali ini. Sehari sebelumnya, kubu PB XIV Purbaya telah menyelenggarakan acara serupa.

>>> Harga Emas Digital 28 Mei 2026 Kompak Mengalami Penurunan

Ritual dan Kirab Gunungan

Ritual adat dimulai dengan prosesi internal di dalam kawasan keraton. Iring-iringan kirab kemudian berangkat dari Kamandungan sekitar pukul 10.30 WIB.

Kirab diramaikan oleh prajurit keraton, abdi dalem, sepasang gunungan, dan alunan gamelan. Rombongan berjalan menuju Pagelaran dan berakhir di Masjid Agung Solo.

>>> Huawei Kembangkan Metode Baru Produksi Chip untuk Hadapi Sanksi AS

Sepasang gunungan yang dikirab langsung menjadi rebutan warga setelah didoakan. PB XIV Mangkubumi tidak terlihat hadir dalam iring-iringan tersebut.

Seluruh gunungan habis diperebutkan masyarakat di area Masjid Agung. Tidak ada gunungan yang dibawa kembali ke keraton dalam bentuk utuh seperti upacara sebelumnya.

>>> OPPO Kembangkan Kamera Depan Kotak 100MP untuk Seri Find X10

"Itu memang perintah saya tadi pagi, supaya diberikan semua di masjid, karena sudah diikhlaskan untuk masyarakat di masjid," ujar Pengageng Sasana Wilapa kubu PB XIV Mangkubumi, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, Kamis (28/5).

Gusti Moeng enggan berkomentar tentang Grebeg Besar yang digelar kubu PB XIV Purbaya sehari sebelumnya. Ia menyerahkan penilaian kepada masyarakat.

>>> Kemenkeu Terbitkan Tarif Baru PNBP untuk Profesi Keuangan

"Kalau yang sudah disepakati, dan sudah diubah dawuhnya sejak bapak (PB XII), supaya memberikan kesempatan bagi Sentono dan abdi dalem yang juga berkurban di rumah, makanya keraton mengambil hari kedua," pungkasnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru