Menteri Perdagangan Budi Santoso mempertemukan para penjual lokal dan perwakilan platform marketplace pada Selasa (26/5) untuk mencari solusi atas berbagai kendala berjualan di toko online.
Pertemuan ini bertujuan mengumpulkan masukan dari pelaku usaha demi menyusun regulasi e-commerce yang berkeadilan bagi semua pihak, termasuk konsumen.
>>> Nabil Husein Santai Tanggapi Rumor Mariano Peralta ke Persija
"Hari ini, kami mendengarkan aspirasi penjual dan perwakilan platform lokapasar tentang aktivitas niaga elektronik. Tentu masalah yang disampaikan hari ini tidak langsung bisa kita selesaikan.
Semua masukan sudah ditampung dan kami harapkan komitmen bersama untuk membesarkan ekosistem niaga elektronik yang berkeadilan bagi platform, penjual, dan konsumen," kata Budi dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
Kementerian Perdagangan akan menindaklanjuti hambatan tersebut melalui revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 yang saat ini sudah mencapai tahap akhir harmonisasi.
"Kami harapkan sinergi para pemangku kepentingan untuk bersama-sama merancang rencana aksi implementasi revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023," tambah Budi.
Langkah revisi ini melibatkan platform dan pelaku usaha karena pemerintah berkomitmen memprioritaskan proteksi terhadap komoditas domestik.
"Kami ingin produk lokal maju. Kalau produk lokal maju dan produknya bagus, kita jadi bisa mengendalikan impor.
Sistem kita harus mendukung produk-produk lokal," jelas Budi.
>>> Cara Cek Bansos PKH Online Lewat HP dan Syarat Penerimanya
Para pelaku UMKM yang hadir memanfaatkan forum untuk mengutarakan hambatan operasional mereka secara langsung kepada pemerintah.
"Saya senang penjual bisa mengungkapkan semua opininya.
Lokapasar pun dapat mendengar langsung masukan dari kami dan Pak Menteri hadir sebagai fasilitator," ujar Mira Nur Gandaniati, CEO Hody.
id.
Pelaku usaha menilai ruang komunikasi ini penting sebagai jembatan diskusi strategis antar-stakeholder untuk memperkuat pasar domestik.
"Harapannya, pertemuan dapat menghasilkan win-win solution yang ditengahi pemerintah melalui regulasi.
Kami harapkan pertemuan ini dapat menghasilkan strategi agar merek lokal bisa merajai pasar domestik," ucap Henry Hidayat, Pendiri Imago Raw Honey.
>>> BPSDM Komdikgi: Guru dan Orang Tua Harus Aktif Dampingi Anak di Ruang Siber
Pelaku UMKM juga berharap aturan baru dapat memberikan dampak proteksi nyata bagi kelangsungan bisnis kecil.
"Melalui pertemuan ini, keresahan penjual selama ini bisa didengar oleh lokapasar dan Pak Mendag.
Saya berharap, peraturan yang akan diterbitkan membantu kami sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM lokal," tutur Yulianah, Founder Jakarta Candle.
Perwakilan dari manajemen e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia turut memberikan respons langsung atas aspirasi para mitra penjual.
"Ada beberapa catatan terkait cara meningkatkan visibilitas merek lokal, menciptakan transparansi terhadap biaya yang dikenakan, juga sosialisasi dan simulasi pengenaan biaya.
Kami akan evaluasi kembali," kata Hilmi Adrianto, Kepala Kebijakan Publik TikTok.
Pihak pengelola platform digital menyatakan komitmen untuk segera membawa poin-poin masukan tersebut ke tingkat internal organisasi.
>>> KCIC Tambah 6 Perjalanan Whoosh Selama Libur Idul Adha 2026
"Kami sudah catat dengan baik dan sudah disampaikan ke tim. Kami langsung mengevaluasi," ujar Balques Manisang, Deputy Director of Government Relations Shopee.