Penyuling minyak India meningkatkan impor minyak mentah dari Amerika Latin dan Afrika setelah konflik regional membatasi jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Data perdagangan per 25 Mei 2026 menunjukkan perubahan signifikan dalam sumber pasokan.
>>> Imbal Hasil Obligasi Melonjak Akibat Inflasi dan Ketegangan Geopolitik
Menurut laporan Detik Finance yang mengutip Reuters, konsumen minyak terbesar ketiga dunia ini beralih ke pasar alternatif pada April dan Mei untuk mengatasi kekurangan pasokan dari Timur Tengah.
Data awal dari Kpler menunjukkan India mempercepat pengadaan dari Venezuela, Brasil, Angola, dan Nigeria, sambil tetap mempertahankan impor minyak Rusia selama gangguan pasokan.
New Delhi untuk sementara menghentikan pembelian dari Irak bulan lalu karena penghentian ekspor.
Namun, India menerima minyak mentah Iran setelah mendapatkan keringanan sementara dari Washington untuk menstabilkan pasar energi global.
>>> 3 Saham Dividen Tinggi untuk Dibeli Saat Ini
Impor minyak Rusia ke India turun 29,4% dari Maret menjadi 1,6 juta barel per hari (bph) pada April.
Penurunan ini terjadi karena Nayara Energy menutup sementara fasilitas pengolahan 400.000 bph untuk perawatan terjadwal.
Data pelacakan Kpler menunjukkan India dijadwalkan menerima sekitar 1,9 juta bph minyak Rusia dan 41.000 bph minyak Irak selama Mei.
Total impor minyak India mencapai 4,57 juta bph pada April, stabil secara bulanan tetapi turun 15,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
>>> Lebih dari Separuh Pekerja AS Pensiun Lebih Awal dari Rencana
Impor dari Uni Emirat Arab melonjak menjadi 669.700 bph pada April dari 230.600 bph pada Maret.
Sementara itu, pengiriman dari Arab Saudi tetap stabil di sekitar 619.500 bph.
UEA dan Arab Saudi adalah satu-satunya produsen minyak Teluk yang memiliki infrastruktur pipa untuk mengekspor minyak mentah melewati jalur pelayaran Selat Hormuz yang rawan konflik.
Pangsa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam impor India naik menjadi 45,2% pada April dari 30% pada Maret, tepat sebelum UEA resmi keluar dari blok tersebut pada Mei.
>>> Ledakan Tambang Shanxi Picu Lonjakan Harga Batubara Kokas China 8 Persen
Rusia tetap menjadi pemasok minyak terbesar bagi India, diikuti oleh UEA, Arab Saudi, Brasil, dan Venezuela. Venezuela diproyeksikan menempati posisi keempat pada Mei.