⌂ Beranda News Ledakan Tambang Shanxi Picu Lonjakan Harga Batubara Kokas China 8 Persen

Ledakan Tambang Shanxi Picu Lonjakan Harga Batubara Kokas China 8 Persen

Ledakan Tambang Shanxi Picu Lonjakan Harga Batubara Kokas China 8 Persen
Ledakan tambang batubara di Shanxi, China
A A Ukuran Teks16px

Harga batubara kokas di China melonjak 8 persen setelah kecelakaan tambang fatal di Provinsi Shanxi. Insiden ini memicu inspeksi keselamatan yang diperkirakan akan membatasi produksi jangka pendek.

Kontrak batubara kokas yang paling aktif diperdagangkan di Dalian Commodity Exchange mencapai setara $186,76 per ton.

>>> Alphabet Raup Pendapatan Melonjak 130 Persen, Didorong Google Cloud

Batubara kokas merupakan komponen vital dalam pembuatan baja dan berbagai industri berat.

China beroperasi sebagai konsumen utama batubara domestik dan impor.

Reuters melaporkan bahwa 82 orang tewas setelah ledakan gas terjadi di sebuah tambang di salah satu wilayah penghasil batubara terbesar di China.

Peristiwa ini merupakan bencana pertambangan paling parah yang tercatat di negara tersebut sejak setidaknya tahun 2009.

>>> Jardine Matheson Akuisisi I-MED Radiology Australia Senilai Rp 38 Triliun

Pemerintah segera meluncurkan penyelidikan atas penyebab kecelakaan yang pasti akan berdampak pada produksi dan mendorong kenaikan harga.

CNN mengutip laporan media China yang menunjukkan bahwa ledakan tersebut menyebabkan dinding internal runtuh dan memenuhi lokasi dengan air.

Risiko bencana sekunder masih tinggi di fasilitas tersebut.

Kepala layanan darurat Changzhi, kota tempat tambang berada, memberikan konteks kritis mengenai bahaya yang sedang berlangsung.

"Selama pekerjaan penyelamatan… gas beracun dan berbahaya telah melebihi batas untuk waktu yang lama," ujarnya.

>>> Risalah FOMC Isyaratkan Potensi Pergeseran ke Kebijakan Moneter Netral

Negara secara historis mempertahankan batasan peraturan yang ketat pada harga komoditas. Namun, batasan tersebut dilanggar hari ini karena dampak pasar dari bencana industri.

Secara terpisah, beberapa tambang batubara lain di Shanxi menghentikan operasi selama beberapa hari saat otoritas melakukan pemeriksaan keselamatan.

Reuters melaporkan detail ini berdasarkan data dari perusahaan konsultan Mysteel.

Penghentian operasi diperkirakan akan mengurangi produksi batubara kokas sebesar 288.000 ton per hari. Selain itu, harga bijih besi dan baja juga mengalami kenaikan setelah ledakan di Changzhi.

>>> SpaceX Bersiap IPO Terbesar dalam Sejarah, Target Dana Rp1.200 Triliun

Pemerintah China telah secara aktif melakukan pemeriksaan keselamatan di tambang batubara di seluruh negeri. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan industri sekaligus mengatur pertumbuhan produksi.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru